Kompas.com - 25/05/2013, 07:27 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

TEXAS, KOMPAS.com — Bayi berumur tiga bulan, Elayna Nigrelli, merumuskan kembali apa artinya menjadi bayi ajaib. Ia dilahirkan pada Februari 2013, saat sang ibu secara teknis sudah dinyatakan meninggal dunia. Tetapi, keajaiban keluarga Nigrelli tak berhenti hanya di situ. Ini kisah mereka.

Ibu Elayna, Erica Nigrelli, adalah guru di sekolah menengah di Missouri, Texas, Amerika Serikat. Suatu hari pada Februari 2013, dia memasuki ruang kelas tempat rekan kerjanya mengajar dan mengaku merasa hendak pingsan. Erica berpegangan pada meja rekannya untuk menenangkan diri, tetapi kemudian malah benar-benar pingsan.

Tiga guru yang ada di ruangan tersebut langsung mencari defibrilator dan melakukan pijat jantung (CPR) pada Erica. Murid-murid di ruangan itu pun berlarian keluar dan mencari pertolongan.

Suami Erica yang juga guru di sekolah yang sama, Nathan, bergegas memasuki ruang tempat Erica pingsan. "Erica terbaring di lantai, (mulutnya) berbusa, serta membuat gemericik suara dan hanya menatap," katanya kepada KPRC yang berafiliasi dengan CNN. Nathan pun sontak menelepon 911.

Dengan napas memburu karena panik, tutur Nathan mengenang hari itu, dia menyampaikan kepada petugas di 911 bahwa istrinya tengah hamil. "Dia mengalami kejang! Bayi ini menunggu kelahiran tiga minggu lagi!" ujar dia. Sang operator 911 tak kalah panik mendengarnya.

Ketika paramedis datang dan memeriksa perempuan 32 tahun itu, mereka tak menemukan denyut jantung Erica. Jantungnya telah berhenti berdetak.

Dokter pun memutuskan melakukan operasi caesar darurat untuk menyelamatkan nyawa bayi di kandungan Erica. Maka, lahirlah Elayna, yang secara teknis dilahirkan dalam situasi postmortem karena jantung Erica sudah sepenuhnya berhenti berdetak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keajaiban

Namun, keajaiban memang bisa saja terjadi. Setelah Elayna lahir, dokter terperangah melihat jantung Erica kembali berdetak!

Sepanjang lima hari berikutnya, Erica dinyatakan berada dalam kondisi koma meski jantungnya kembali berdetak. Belakangan, dokter mendiagnonis Erica memiliki kelainan jantung yang tak dia sadari, yaitu hypertrophic cardiomyopathy. Kondisi ini menyebabkan otot jantung menebal, yang menyebabkan darah sulit keluar dari jantung dan menyebabkan jantung bekerja terlalu keras untuk memompa darah. Sementara itu, selama dua pekan Elayna berada di unit perawatan intensif.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.