Kompas.com - 23/05/2013, 12:55 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Bandung menyita 40.000 keping pita cukai minuman beralkohol palsu yang dikemas dalam dua bungkus besar.

Menurut keterangan Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung, Benedictus Jarot Jatnika, pita-pita cukai palsu tersebut disita dari dua tersangka pelaku pemalsuan berinisial HK (46) dan F (64) pada 28 Maret 2013 lalu.

Sementara itu, empat orang tersangka lainnya yang terlibat dalam praktik pemalsuan tersebut ialah UR, AT, TN, dan AR masih dalam daftar pencarian orang (DPO). "Pita cukai palsu ini digunakan untuk minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) impor tahun 2011," kata Benedictus saat ditemui di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Bandung, Jalan Rumah Sakit, Gedebage, Kota Bandung, Kamis (23/5/2013).

Dikatakan Benedictus, pengungkapan praktik pemalsuan pita cukai itu diawali dari informasi intelejen Direktorat P2 Kantor Pusat DJBC dan Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Yogyakarta tentang adanya dugaan transaksi penjualan pita cukai palsu di wilayah Jawa Barat.

Setelah mendalami, diketahui lokasi rencana penjualan pita cukai palsu tersebut berada di sebuah penginapan dekat terminal AKDP Leuwi Panjang, Kota Bandung. "Pada tanggal 28 Maret 2013, sekitar pukul 10.00 WIB, datang seorang pria yang membawa bungkusan berupa kardus mie instan yang diketahui kemudian bahwa orang tersebut adalah HK. Setelah diikuti ternyata orang tersebut ke kamar F di penginapan itu," ujar Benedictus.

Setelah penggerebekan, petugas langsung melakukan pemeriksaan di kamar F untuk mengetahui barang yang dibawa oleh HK tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui di dalam kardus mie instan itu terdapat pita cukai palsu yang dikemas dalam dua bungkus berisi masing-masing 500 lembar. Masing masing lembar berisi 40 keping pita cukai.

"Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh informasi bahwa pita cukai palsu itu dicetak oleh UR di Bekasi, selanjutnya dikirim oleh HK untuk diserahkan kepada F. Nantinya pita tersebut akan dijual kepada TN di Surabaya melalui kurirnya AT di Bandung dan AR di Kudus. Untuk saat ini, empat orang masih DPO," tegasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X