Kompas.com - 22/05/2013, 22:47 WIB
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com - Kepolisian Turki, Rabu (22/5/2013), menahan enam warga Turki yang diduga merencanakan serangan terhadap pengungsi Suriah yang mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi di perbatasan Suriah-Turki.

"Keenam orang Turki itu diduga merencanakan penculikan dan serangan bom di kamp-kamp pengungsi di Provinsi Hatay," kata Gubernur Hatay Celalettin Lakesiz.

Celalettin tidak menjelaskan waktu dan tempat keenam orang itu ditangkap. Namun, stasiun televisi NTV melaporkan polisi -setelah menerima informasi- melakukan penggrebekan sejumlah rumah di sekitar perbatasan pada Selasa (21/5/2013).

Penangkapan ini, terjadi tak lama setelah serangan bom di kota perbatasan Reyhanli menewaskan 51 orang pada 11 Mei lalu.

Setelah melakukan sejumlah penangkapan, pemerintah Turki mengatakan telah mendakwa tersangka utama serangan bom di Reyhanli, bersama 11 orang tersangka lainnya.

Semua tersangka pengeboman adalah warga Turki yang diyakini Ankara didukung rezim Suriah meski Damaskus membantah telah terlibat dalam serangan maut tersebut.

Turki, yang pernah menjadi sekutus Suriah, kini menampung sedikitnya 40.000 pengungsi Suriah, termasuk para pemberontak dan anggota militer Suriah yang membelot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, tragedi bom Reyhanlu membuat penduduk setempat mulai menunjukkan penolakan terhadap kebijakan pemerintah Turki menampung pengungsi dari Suriah.

Ankara meminta warganya untuk tetap tenang dan memastikan kebijakan pintu terbuka untuk warga Suriah yang lari dari kekerasan di negerinya tidak akan berubah.

 



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X