Kompas.com - 22/05/2013, 12:19 WIB
EditorEgidius Patnistik

PARIS, KOMPAS.com — Seorang aktivis Perancis berhaluan kanan yang telah berusia 78 tahun melakukan aksi bunuh diri di altar Katedral Notre Dame, Paris, Selasa (21/5/2013). Pria yang bernama Dominique Venner itu menembak dirinya tepat di mulutnya, tiga hari setelah undang-undang yang melegalkan pernikahan sejenis berlaku.

Polisi kemudian mengosongkan katedral itu, yang merupakan salah satu lokasi yang paling banyak menyedot turis di Paris, setelah Venner, seorang pakar sejarah yang dikenal dengan esai yang tajam yang berhaluan kanan dan penentang sengit pernikahan sesama jenis, menembak dirinya sendiri. Kejadian itu membuat para turis berlarian karena panik.

Venner tidak mengeluarkan pernyataan apa pun ketika menembak diri sendiri pada jelang tengah hari itu. Demikian kata sumber di kepolisian. Ia membawa sepucuk surat pribadi, tetapi isi surat itu tidak dibeberkan ke media.

Dalam sebuah posting-an pada 21 Mei di blognya, ia mengajak pembacanya untuk bergabung dalam pawai unjuk rasa yang direncanakan pada Minggu guna menentang undang-undang pernikahan sesama jenis pemerintahan sosialis Perancis yang mulai berlaku akhir pekan lalu.

Presiden Perancis, Francois Hollande, mengumbar janji saat kampanye untuk membuat Perancis sebagai negara ke-14 yang mengakui pernikahan sejenis. Reformasi sosial terbesar di negara itu dalam tiga dasawarsa terakhir hanya didukung oleh sekelompok kecil warga Perancis. Demikian menurut sebuah survei.

Namun, langkah itu memicu badai oposisi dari kelompok konservatif dan umat Katolik yang sudah beberapa kali menggelar aksi protes dan sering diwarnai kekerasan. Para pengunjuk rasa mengenakan busana bayi warna pink dan biru, berarak-arakan di Paris, dan melontarkan seruan "Kami inginkan pekerjaan, bukan pernikahan sejenis".

Venner berperang untuk Perancis dalam perang kemerdekaan Aljazair tahun 1954-1962. Dia kemudian menjadi aktivis kanan garis keras dan penulis khusus untuk masalah militer dan sejarah politik.

Pemimpin partai kanan Front Nasional, Marine Le Pen, memberi ucapan dukacita untuk Venner melalui akun Twitter. Le Pen mengatakan, tindakan bunuh diri Verner merupakan sebuah sikap politik yang bermaksud untuk "membangunkan warga Perancis".

Puluhan pembaca men-tweet sebuah link ke posting-an terakhir Verner di blognya.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Manuel Valls, tiba di Notre Dame segera setelah polisi dan petugas darurat berada di lokasi. Ia menyesali kenyataan bahwa Venner memilih katedral ternama itu untuk lokasi bunuh diri. "Notre Dame adalah katedral Paris, salah satu simbol keindahan ibu kota dan negeri kita," katanya. "Kami sangat sadar akan reperkusi atas tindakan seperti ini."

Bangunan katedral yang tampak menonjol di tepi Sungai Seine di jantung Paris itu telah berusia 850 tahun. Saat penembakan terjadi, katedral itu dipadati pengunjung. Para turis yang melihat peristiwa itu terkejut, kata seorang siswa, Pricne Salabanzi, yang berada di gereja itu untuk beribadah. "Semua menjadi terpaku ketika ia menembak dirinya sendiri di bagian kepala, semua orang jadi syok," kata Salabanzi kepada kantor berita Reuters.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.