Pelatih Fokus Pulihkan Kondisi Psikis Atlet

Kompas.com - 22/05/2013, 03:13 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Sebanyak 16 atlet panahan pemusatan latihan nasional SEA Games Myanmar 2013 batal mengikuti Seri I Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, China, 13-19 Mei, karena ketiadaan dana. Pembatalan itu berpengaruh negatif terhadap kondisi psikis para pemanah yang disiapkan untuk uji tanding pra-SEA Games.

”Pasca-pembatalan itu, latihan difokuskan untuk memulihkan kondisi psikis (mood) para pemanah,” kata pelatih nasional panahan Daniel Lumalesil yang ditemui di sela-sela latihan panahan di Lapangan Panahan Senayan, Jakarta, Selasa (21/5). Pasalnya, pembatalan itu membuat para pemanah yang sudah siap berkompetisi menjadi kecewa.

Untuk memulihkan kondisi psikis para pemanah, kata Daniel, selama berlangsungnya Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, porsi latihan dikurangi. ”Selama sepekan latihan hanya dilakukan pagi (pukul 08.00-12.00). Biasanya latihan pagi dan sore (pukul 14.00-16.00), meliputi latihan memanah (teknik) dan latihan beban (fisik),” katanya.

Menurut Daniel, mulai pekan ini, secara perlahan porsi latihan mulai normal lagi. Namun, beberapa atlet tak bisa berlatih karena harus kuliah dan bekerja. Dari 26 atlet pelatnas, sebanyak 14 atlet panahan (4 putra dan 10 putri) tetap berlatih Selasa pagi. Mereka berlatih memanah dari jarak 30, 50, 60, dan 70 meter.

Kekecewaan

Titik Kusumawardani, pemanah putri nomor ronde FITA recurve asal Yogyakarta, mengaku kecewa karena batal berangkat ke Shanghai. ”Persiapan kami untuk berangkat sudah matang, makanya saya agak kecewa,” ujarnya.

Sapriatno, pemanah putra ronde FITA compound asal Kalimantan Tengah, juga kecewa. ”Namun, sebagai atlet, kami harus siap dengan apa pun yang terjadi dan tetap optimistis untuk menghadapi event-event selanjutnya,” katanya. (K08)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.