Kompas.com - 21/05/2013, 19:19 WIB
EditorErvan Hardoko

BRUSSELS, KOMPAS.com - Uni Eropa belum memasukkan  kelompok Hezbollah ke daftar organisasi teroris internasional meski sejumlah negara anggota Uni Eropa memintanya. Demikian disampaikan sejumlah diplomat, Selasa (21/5/2013).

Inggris telah menyampaikan permintaan resmi untuk memasukkan Hezbollah ke dalam daftar hitam kelompok teroris Uni Eropa. Namun, permintaan yang juga sudah lama diajukan Israel itu baru akan dibicarakan awal Juni mendatang.

"Kami harap bisa mencapai kesepakatan pada akhir Juni," kata salah seorang diplomat Uni Eropa.

Diplomat yang tak mau disebutkan namanya itu menambahkan para pakar Uni Eropa akan berdiskusi dalam sebuah panel yang akan mendiskusikan permintaan ini pada awal Juni.

Baik Israel dan Amerika Serikat terus mendesak Uni Eropa untuk mengikuti langkah mereka untuk memberi label teroris bagi Hezbollah.

Namun, isu ini bagi sejumlah negara Eropa masih sangat sensitif dan bisa menjadi faktor pemecah di antara para anggota Uni Eropa.
 
Inggris secara terbuka ingin mengikuti jejak Israel dan Amerika Serikat.
Di sisi lain Perancis dan Italia belum sepenuhnya sepakat dengan cap teroris bagi Hezbollah.

Perancis khawatir jika Hezbollah dimasukkan ke dalam daftar hitam Uni Eropa, maka langkah itu akan memicu destabilisasi Lebanon. Sebab, Hezbollah adalah bagian dari pemerintahan negeri bekas koloni Perancis itu.

Selain itu, pemberian label teroris untuk Hezbollah dikhawatirkan akan mengancam keselamatan anggota pasukan keamanan PBB yang bertugas di Lebanon.

Belakangan, pandangan terhadap Hezbollah mulai berubah setelah Hezbollah dituding mendalangi serangan terhadap rombongan turis Israel di Bulgaria.

Tuduhan itu kemudian dibarengi penangkapan seorang tersangka agen Hezbollah di Siprus, yang diduga sebagai perencana serangan di Bulgaria.

Dalam kunjungannya ke Uni Eropa pada Maret lalu, Presiden Israel Shimon Peres mendesak Uni Eropa segera memasukkah Hezbollah ke dalam daftar hitam organisasi teroris internasional.

Peres berargumen, intervensi kelompok beraliran Syiah itu dalam konflik Suriah melawab pemberontak anti-Assad adalah upaya kelompok tersebut memperluas cengkeramannya.

"Jika Anda (Uni Eropa) tidak segera mengambil langkah terhadap Hezbollah, maka mereka berpikir bisa melakukan segala sesuatu sesuka mereka," kata Peres usai bertemu Ketua Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.