Kompas.com - 19/05/2013, 19:02 WIB
|
EditorRusdi Amral

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Kabupaten sedang menyusun berkas saksi dalam kasus penganiayaan buruh dan usaha ilegal pabrik limbah aluminium di Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Penyusunan berkas tersebut untuk melengkapi pemberkasan sebelum kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang dan dilanjutkan ke Pengadilan Negeri Tangerang

"Sudah sekitar 55 saksi yang dimintai keterangan untuk memperkuat dugaan kasus ini. Keterangan para saksi dan bukti-bukti yang ada sudah kuat agar kasus ini segera diproses hukum selanjutnya," kata Kepala Polres Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo kepada Kompas di Kabupaten Tangerang, Minggu (19/5).

Ke-55 saksi tersebut antara lain para buruh dan mantan buruh, warga, pengurus RT/RW, Lurah Lebak Wangi, Camat Sepatan Timur, pemilik usaha itu, serta oknum anggota polisi dan TNI yang diduga ikut terlibat dalam kegiatan dan pengamanan usaha tersebut.

Seperti diberitakan, Polres Lampung bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kabupaten menggrebek CV Cahaya Logam, produsen limbah aluminium di Lebak Wangi, Jumat (3/5/2013). Dalam penggrebekan itu ditemukan sebanyak 34 pekerja pabrik diduga dianiaya dan diperbudak oleh majikan dan orang suruhannya.

Selama bekerja, buruh mengalami siksaan, perlakuan kasar, seperti ditendang dan disundut rokok, disiram air panas, disekap dan tidak mendapat gaji. Mereka tidur di ruang tertutup ukuran 8 meter x 6 meter tanpa ranjang tidur, hanya alas tikar, kondisi pengap, lembab, dan gelap.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X