Negara dalam Keadaan Darurat

Kompas.com - 16/05/2013, 02:43 WIB
Editor

Abuja, Rabu - Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat di tiga negara bagian, Selasa (14/5). Presiden Jonathan juga mengerahkan lebih banyak tentara untuk mencegah kekerasan yang cenderung meningkat oleh kubu pemberontak garis keras.

Keputusan dan sikap Jonathan, antara lain, dipicu oleh meningkatnya serangan kelompok Boko Haram. Kelompok ini merupakan sayap Al Qaeda yang berbasis di Nigeria. Mereka meningkatkan serangan kepada aparat keamanan dan fasilitas negara. Target mereka adalah tiga negara bagian di timur laut, yakni Borno, Yobe, dan Adamawa.

”Kita kini sedang menghadapi pemberontakan dan perlawanan dari kelompok teroris yang membawa ancaman sangat serius terhadap persatuan nasional kita,” tutur Jonathan dalam pidatonya di televisi negara.

Bunuh warga tak bersalah

”Mereka telah menyerang gedung dan fasilitas pemerintah. Mereka membunuh warga yang tidak bersalah dan pejabat negara. Mereka membakar rumah warga serta menyandera perempuan dan anak-anak. Semua tindakan ini berarti deklarasi perang,” kata Jonathan.

Fakta menunjukkan, Boko Haram semakin menguasai bagian timur laut Nigeria, terutama di kawasan sekitar Danau Chad. Pejabat pemerintah lokal telah melarikan diri karena takut dibunuh anggota kelompok garis keras.

Pihak keamanan mengatakan, kelompok ini mengendalikan sekurang-kurangnya 10 wilayah pemerintah lokal di Borno. Negara bagian yang terletak di Nigeria timur laut itu merupakan pusat pemberontakan Boko Haram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan lalu, puluhan pejuang Boko Haram menggunakan banyak bus dan truk penuh senjata mengepung kota Bama di Borno. Mereka menyatroni penjara dan membebaskan lebih dari 100 tahanan. Selain itu, mereka juga membunuh 55 orang. Sebagian besar korban adalah polisi dan pasukan keamanan lainnya.

Pada hari-hari sebelumnya juga jatuh korban tewas di desa nelayan Baga, juga di Borno, ketika pasukan Nigeria, Niger, dan Chad menggerebek permukiman penduduk untuk mencari anggota geng Boko Haram. Namun, penduduk lokal mengatakan bahwa tentara bertanggung jawab atas kematian banyak warga sipil.

Terkait dengan serangan terbaru di tiga negara bagian tadi, Jonathan telah memerintahkan kepala pertahanan negara itu untuk mengerahkan lebih banyak tentara ke sana. Keputusan ini kemungkinan akan membawanya ke dalam satu konflik panjang dengan gubernur dan pemimpin lain di utara. Hubungannya dengan mereka sering bersitegang.

Peringatkan Jonathan

Senin, Forum Para Gubernur Nigeria, organisasi 36 gubernur, memperingatkan Jonathan jika dia memberlakukan keadaan darurat dalam menanggapi pemberontak. Umar Gusau, juru bicara Gubernur Negara Bagian Borno, Kassim Shettima, menolak berkomentar terkait dengan dekrit presiden itu. Beberapa tokoh berpengaruh di wilayah utara menentang dekrit tersebut. ”Belum saatnya untuk diterapkan,” ungkap Bashir Tofa, politisi dan bekas kandidat presiden.

Boko Haram dan kelompok garis keras lainnya, seperti Ansaru yang juga merupakan sayap Al Qaeda di Nigeria, tumbuh menjadi kelompok paling berpengaruh. Mereka menjadi ancaman bagi stabilitas di negara dengan ekonomi terbesar kedua Afrika tersebut. (REUTERS/AP/CAL)



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X