Kompas.com - 14/05/2013, 17:15 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

DARWIN, KOMPAS.com — Indonesia akan menaikkan kuota ekspor sapi dari Australia, setelah kunjungan yang dilakukan oleh Menteri Industri Utama dari Northern Territory Willem Westa Van Holthe dan Menteri Pertanian Queensland John McVeigh yang masih berada di Indonesia.

Menurut laporan ABC pada Selasa (14/5/2013) mengutip John McVeigh, kenaikan kuota itu akan mulai berlaku pada bulan Juni, sebulan lebih cepat dari kuota kuartal ketiga tahun 2013.

Dengan kenaikan itu, Australia akan bisa memasok tambahan 20.000-25.000 sapi dari Australia bagian utara.

"Kami semua sedang membangun kembali hubungan di sini, mencoba memahami kebutuhan jangka pendek dan visi jangka panjang kedua belah pihak," kata McVeigh sebagaimana dilaporkan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya.

Menurut Westra Van Holthe, perundingan dengan Pemerintah Indonesia berjalan baik, dan Asosiasi Peternak Northen Territory menyambut baik adanya kenaikan kuota tersebut.

Direktur Eksekutif Asosiasi Peternak Northen Territory Luke Bown mengatakan, keputusan ini muncul di saat yang tepat.

"Di bagian utara, kami baru saja memulai musim mengumpulkan ternak," kata Bowen. "Ini saatnya hampir semua ternak harus dialihkan. Sekarang ini pasar di Australia sepi sekali. Peluang apa pun untuk bisa memindahkan ternak ini ke pasar ekspor tentu harus disambut dengan gembira," lanjut Bowen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bowen, Indonesia tahun ini hanya mengeluarkan izin 267.000 ternak impor, turun 50 persen dari tahun sebelumnya.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X