Kompas.com - 13/05/2013, 19:24 WIB
EditorErvan Hardoko
SEOUL, KOMPAS.com — Angkatan Laut Korea Selatan dan Amerika Serikat dengan dipimpin kapal induk bertenaga nuklir USS Nimitz, Senin (13/5/2013), memulai latihan gabungan angkatan laut meski Korea Utara mengecam dan menyebut latihan itu sebagai provokasi dan persiapan perang.

Latihan gabungan selama dua hari itu dimulai dengan keberangkatan kapal induk USS Nimitz dengan bobot mati 97.000 ton dari pelabuhan Busan tempat salah satu kapal perang terbesar di dunia itu bersandar sejak akhir pekan lalu. Demikian pernyataan resmi AL Amerika Serikat.

"Latihan ini akan mencakup operasi penerbangan terintegrasi, operasi pertahanan udara, latihan persenjataan permukaan, manuver kapal terukur, dan pertukaran perwira penyelia," lanjut AL Amerika Serikat.

Sejumlah kapal perang yang terlibat dalam latihan ini termasuk kapal-kapal perang yang dipersenjatai roket pencari sasaran dan sejumlah kapal perusak.

"Latihan ini dimaksudkan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas regional," tambah AL Amerika Serikat.

Latihan ini digelar tak lama setelah kondisi tegang sempat melanda Semenanjung Korea yang dipicu uji coba nuklir Korea Utara pada Februari lalu.

Sementara itu, Pyongyang kembali mengecam latihan militer AS dengan Korea Selatan. Terlebih lagi, dengan kehadiran Nimitz, Korea Utara menyebut latihan ini merupakan provokasi yang bisa memicu siklus eskalasi baru di kawasan.

"Latihan ini merupakan ancaman bagi kami, yang akan membawa semenanjung (Korea) ke dalam perang nuklir," demikian harian Pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, dalam tajuk rencananya dalam edisi Senin (13/5/2013).

"Bagaimana mungkin kita akan mengabaikan kedatangan pasukan yang berbahaya di selatan?" tambah harian itu.

"Para pemicu perang seharusnya tidak lupa bahwa angkatan perang kami dalam kondisi siap menyerang jika mendapatkan perintah dari pemimpin kami," Rodong Sinmun menegaskan.

Komando tertinggi Angkatan Darat Korea Utara sudah memerintahkan pasukan yang bersiaga di sekitar Laut Kuning untuk membalas serangan meski hanya satu peluru yang jatuh di wilayah Korea Utara.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X