Kompas.com - 13/05/2013, 18:05 WIB
Foto ini diambil dari tayangan video yang menampilkan pemimpin kelompok militan Nigeria, Boko Haram, Abubakar Shekou yang mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan paling berdarah terakhir di Nigeria. HO / BOKO HARAM / AFPFoto ini diambil dari tayangan video yang menampilkan pemimpin kelompok militan Nigeria, Boko Haram, Abubakar Shekou yang mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan paling berdarah terakhir di Nigeria.
EditorErvan Hardoko

KANO, KOMPAS.com — Pemimpin kelompok milisi Nigeria Boko Haram mengaku bertanggung jawab atas dua insiden berdarah di wilayah timur laut Nigeria belum lama ini.

Pernyataan Boko Haram ini terdapat dalam sebuah video yang diperoleh AFP, senin (13/5/2013).

Dalam video itu, Abubakar Shekau, pimpinan Boko Haram, nampak duduk di atas sebuah karpet dengan sepucuk senapan serbu AK-47 tersandar di belakang bahu kanannya.

"Kami yang melakukan serangan di Bama," kata Shekau dalam bahasa Hausa, merujuk serangan 7 Mei yang menewaskan 55 orang sebagian besar tentara dan polisi.

"Kami juga yang menyerang Baga," tambah dia mengacu pada serangan 16 April di sebuah kota dekat Danau Chad yang berujung baku tembak dengan militer yang menewaskan 200 orang.

Shekau, masih dalam video itu, juga menuding militer yang menyebabkan banyak korban tewas di Baga setelah membakar sejumlah rumah.

"Kalianlah, para agen pemerintah yang memasuki kota sehari sesudah baku tembak dan mulai membakar rumah dan membunuh warga," ujar Shekau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika video memasuki menit ke-12, layar kemudian berpisah. Di layar baru terlihat Shekau duduk bersama sekelompok perempuan dan anak-anak di sebelah kanannya.

Shekau mengatakan, kelompok perempuan dan anak-anak itu disandera sebagai balasan untuk militer yang menahan keluarga sejumlah anggota Boko Haram.

"Selama kami tidak melihat perempuan dan anak-anak kami, kami tak akan melepaskan perempuan dan anak-anak ini," kata Shekau.

Sementara itu, militer Nigeria menolak laporan yang menyatakan parjurit Nigeria terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan. Militer menyatakan hanya terdapat 37 korban tewas di Baga, termasuk 30 anggota milisi.

 

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X