Kompas.com - 13/05/2013, 14:32 WIB
EditorEgidius Patnistik

Penyelidikan akan dilangsungkan di Singapura mulai Senin (13/5) ini untuk mengetahui penyebab kematian Shane Todd, insinyur asal Amerika yang ditemukan tewas tergantung di apartemennya di negara itu tahun lalu.

Todd tengah bekerja dalam sebuah proyek penelitian yang sangat rahasia terkait pengembangan teknologi telekomunikasi yang berpotensi dikembangkan sebagai alat militer untuk raksasa telekomunikasi asal Cina, Huawei. Keluarga korban yakin kematian Todd merupakan pembunuhan terkait dengan hasil risetnya.

Menurut kantor berita AFP lebih dari 60 saksi kemungkinan akan dipanggil hadir dalam penyelidikan itu.

Meski menurut pemerintah Singapura Todd meninggal akibat bunuh diri, keluarganya sangat yakin pria lajang itu dibunuh karena sudah beberapa kali menyampaikan pada keluarganya kekhawatiran dan kegelisahannya terkait pekerjaannya di Singapura.

Todd ditemukan tak bernyawa hanya beberapa hari menjelang jadwal kepulangan ke negeri Paman Sam. Sebelumnya, ia dilaporkan sudah meninggalkan file-file kerjanya di IME untuk Huawei.

Kasus David

Sejauh ini baik Huawei Technologies yang merupakan perusahaan yang menyewa Todd, serta Institut Mikroelektronik (IME, BUMN Singapura), membantah bekerja sama dalam proyek riset yang melibatkan Todd.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasangan orangtua korban, Rick dan Mary Todd, berkeras menantang kesimpulan hasil laporan otopsi aparat Singapura yang menyebut anak mereka mengakhiri hidupnya sendiri.

Penyelidikan ini dilangsungkan setelah pemerintah Singapura mengundang Biro Penyelidik Federal (FBI) AS untuk bekerjasama dengan polisi setempat setelah sejumlah petinggi pemerintah AS yang tak disebut namanya mendukung tuntutan keluarga Todd untuk menggelar penyelidikan mendalam.

Kasus ini mengingatkan antara lain pada tewasnya David Hartanto, mahasiswa Indonesia di Universitas Teknologi Nanyang, NTU, Singapura. Baik Todd maupun David juga membidangi penelitian yang sama, yakni elektronika.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.