Membantu Para Janda agar Mandiri Ekonomi - Kompas.com

Membantu Para Janda agar Mandiri Ekonomi

Kompas.com - 13/05/2013, 07:26 WIB

BRISBANE, KOMPAS.com - Ketika Jody Thomson menjadi janda di usia 37 tahun, mantan pemilik bisnis kecil-kecilan ini panik mengenai keadaan keuangan keluarganya. Karenanya, dia kadang melarang kedua putrinya yang masih kecil membeli es krim setelah pulang sekolah.

"Bagaimana saya harus membiayai mereka, menyediakan pendidikan sendirian," kata Thomson mengingat kembali. Meskipun sebenarnya Thompson tahu bagaimana mengelola keuangan dan keluarganya terbilang mampu, dia merasa "kewalahan".

"Saya ketakutan, saya membuat anggaran rumah tangga yang ketat selama setahun. Tidak saja, anak-anak sudah kehilangan ayah mereka, namun kehidupan mereka berubah drastis. Mereka bahkan tidak boleh membeli es krim sehabis sekolah," kata Thomson.

Menurut Thomson, sebenarnya anggaran ketat itu tidaklah diperlukan, namun itu kebanyakan terjadi oleh banyak wanita yang menjadi janda, dan harus mengurusi sendiri rumah tangga mereka. Thomson yang kehilangan suaminya karena tumor otak, sekarang berusia 51 tahun, dan menjadi terapis seni yang membantu para keluarga yang memiliki anggota keluarga yang terkena kanker.

Menurut laporan Brisbane Times, dia juga menjadi sukarelawan guna membantu para janda sebagai bagian dari Program Berencana Ke Depan Buat Janda dan Wanita, yang diluncurkan Sabtu (11/5/2013) di Sydney.

Ini merupakan program pertama di Australia yang memberikan nasehat keuangan bagi para janda ataupun para wanita yang merawat suami mereka yang sedang sekarat.

Menurut penelitian dari Yayasan Sosial LifeCircle dan Sydney Community, para wanita setengah baya yang ditinggal pasangan mereka lebih merasa khawatir dibandingkan pria akan kemiskinan, tidak cukup memiliki dana pensiun dan mengalami diskriminasi karena usia.

Menurut data statistik di Australia, di usia 65 tahun ke atas, 25 persen adalah janda dibandingkan 11 persen duda. Rata-rata pria meninggal 4,5 tahun lebih cepat dibandingkan wanita. Direktur eksekutif LifeCircle Brynnie Goodwill mengatakan banyak wanita di Australia khususnya mereka yang lahir di tahun 1930-an -1940-an tidak tahu bagaimana mengurus keuangan keluarga, atau bahkan tidak pernah menulis cek pembayaran.

"Bagi banyak wanita, ketika pasangan mereka meninggal, masalahnya bertambah besar karena mereka tidak siap sama sekali soal keuangan." kata Goodwin. Bahkan bagi mereka yang sudah melek keuangan mengurusi masalah keuangan dan hukum setelah suami meninggal bukan hal yang mudah.

Meskipun Thompson baru berusia 37 tahun ketika suaminya meninggal, dia merasa program seperti ini sudah ada waktu itu, dia akan mendapat banyak manfaat. Thompson menyarankan kepada para wanita sekarang ini untuk ikut membicarakan masalah keuangan dengan pasangan mereka, jauh-jauh hari sebelum terjadi apapun.

"Saat berjuang melawan kanker otak, suami saya menolak membicarakan masalah keuangan. Kami memang yakin dia akan bisa bertahan. Namun setelah meninggal, saya berusaha mencari ke sana kemari di dalam rumah, surat mengenai keadaan keuangan kami, tapi ternyata tidak ada." kata Thompson.


EditorRobert Adhi Ksp
Komentar

Terkini Lainnya

Ilusionis David Copperfield Bongkar Trik Sulapnya di Pengadilan

Ilusionis David Copperfield Bongkar Trik Sulapnya di Pengadilan

Internasional
KPK Tetapkan Kadis PKAD dan Dua Anggota DPRD Bandung sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Kadis PKAD dan Dua Anggota DPRD Bandung sebagai Tersangka

Nasional
Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Regional
Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Megapolitan
Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Nasional
Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Megapolitan
Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK 'Online' di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK "Online" di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Regional
Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Nasional
Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Edukasi
Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Megapolitan
Baliho Sam Aliano 'Nyapres' Diturunkan karena Ilegal

Baliho Sam Aliano "Nyapres" Diturunkan karena Ilegal

Megapolitan
Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Megapolitan
Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Internasional
Dua Bersaudara Korban Selamat Penembakan Massal di Florida Tulis Buku

Dua Bersaudara Korban Selamat Penembakan Massal di Florida Tulis Buku

Internasional
Sekjen PPP Ungkap Ada Tokoh Non-Partai yang Ingin Bentuk Poros Ketiga

Sekjen PPP Ungkap Ada Tokoh Non-Partai yang Ingin Bentuk Poros Ketiga

Nasional

Close Ads X