Unjuk Rasa Ilegal, Warga Malaysia Ditahan Polisi Singapura

Kompas.com - 12/05/2013, 16:50 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SINGAPURA, KOMPAS.com - Protes terhadap hasil pemilu Malaysia yang diselenggarakan pekan lalu merambat ke Singapura. Sayangnya, warga Malaysia ini 'lupa' bahwa unjuk rasa di Singapura adalah sesuatu yang sangat sulit dan langka.

Channel News Asia melaporkan, Kepolisian Singapura menahan 21 warga Malaysia menyusul unjuk rasa ilegal. Sebanyak 21 warga Malaysia ini menggelar unjuk rasa di Merlion Park, Sabtu sore kemarin (11/5/2013). Kepolisian Singapura dengan tegas menyatakan bahwa warga negara asing berkewajiban patuh terhadap Hukum di Singapura.

Polisi juga menambahkan, mereka juga tidak seharusnya membawa-bawa isu politik domestik mereka ke negara lain. "Warga negara asing diharapkan tidak menyelenggarakan aktivitas yang menganggu kenyamanan publik," ujar pejabat kepolisian Minggu (12/5/2013).

Peringatan sebenarnya sudah diberikan kepolisian menyusul beredarnya kabar bahwa warga Malaysia ini akan melakukan unjuk rasa. Namun, kelihatannya mereka tidak mengindahkan peringatan tersebut dan memilih mengambil risiko.

Bukan sekali ini unjuk rasa digelar. Polisi, Rabu pekan lalu, juga telah memberikan peringatan keras kepada 9 warga Malaysia yang juga menggelar protes hasil pemilu di tempat yang sama. Namun, kelihatannya unjuk rasa tidak akan berhenti. Rencananya, sore ini, aktivis sosial Jolovan Wham akan menggelar unjuk rasa di Taman Hong Lim sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama warga Malaysia menanggapi kecurangan pemilu di negeri mereka.

Polisi menyatakan mereka dapat menggelar protes dengan syarat mereka mengantongi izin. Unjuk rasa di Singapura hanya diizinkan di Taman Hong Lim. Bagi, warga negara asing yang ingin menggelar unjuk rasa, mereka harus mengantongi izin dari polisi. Hasil pemilu Malaysia menuai protes dari warga yang menilai terjadinya serangkaian kecurangan yang membantu Barisan Nasional dan Perdana Menteri Najib Abdul Razak memenangi pemilu tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X