KBRI Singapura Fasilitasi Bantuan Hukum bagi TKI

Kompas.com - 11/05/2013, 04:09 WIB
Editor

Singapura, Kompas - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura telah berupaya keras memberikan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja Indonesia yang terkena ancaman hukuman mati. Dari tahun 2002 hingga 2010 terdapat 10 kasus ancaman hukum mati, dan semuanya dapat diselesaikan dengan mendapat pengurangan hukuman.

Wartawan Kompas, Samuel Oktora, melaporkan, bahkan sejak tahun 2010 hingga saat ini tidak ada lagi kasus-kasus pidana TKI di Singapura dengan ancaman hukuman mati. Dengan pendampingan hukum yang diberikan, lima kasus di antaranya dapat diperjuangkan dari ancaman hukuman mati menjadi penjara seumur hidup.

”Kasus lainnya menjadi hukuman penjara dengan masa tahanan yang bervariasi dari 5 hingga 20 tahun. Mereka ini merupakan kelompok rentan, dan kami benar-benar proaktif dengan menyewa pengacara yang biayanya ditanggung pemerintah. Terlepas mereka salah atau benar, mereka adalah warga negara Indonesia yang harus dilindungi,” kata Duta Besar RI untuk Singapura Andri Hadi, Jumat (10/5), di Singapura.

Yang terakhir, keputusan kasus hukuman mati adalah kasus Nurhayati, pada pengadilan tanggal 8 Oktober 2012, diputuskan yang bersangkutan mendapat hukuman 20 tahun penjara dipotong masa tahanan. Umumnya TKI yang terjerat kasus ini karena membunuh majikan atau anak majikan.

Pada 2012 di Singapura tercatat terdapat 232.725 WNI dan sebagian besar adalah TKI yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT). Jumlah PLRT mencapai 57 persen atau sekitar 132.653 orang. KBRI juga memberikan perlindungan hukum kepada PLRT yang bermasalah. Tercatat pada tahun 2012, PLRT yang meminta perlindungan ke KBRI sebanyak 2.058 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X