Ofensif Udara Israel terhadap Suriah

Kompas.com - 11/05/2013, 02:43 WIB
Editor

Sulit untuk menebak tujuan sebenarnya dari ”keterlibatan” Israel dalam konflik Suriah belakangan ini. Namun, hal itu bisa saja terkait dengan ”proses” pengambilan opsi penyelesaian konflik Suriah yang telah memakan korban manusia dalam jumlah sangat besar oleh Amerika Serikat. Itu artinya, serangan ini sekaligus merupakan pesan untuk sekutu Israel, yaitu Amerika Serikat.

Bahwa Israel menginginkan agar apa yang terjadi di Suriah tidak akan menjadi sumber ancaman baru terhadap negara tersebut itu pasti. Namun, serangan itu mungkin juga berkaitan dengan opsi intervensi militer atau mempersenjatai kubu oposisi yang saat ini ditengarai dalam proses pertimbangan mendalam di kalangan pengambil kebijakan Amerika Serikat dan negara-negara Barat setelah upaya diplomatik dan militer sejauh ini gagal menjatuhkan Assad.

Salah satu persoalan krusial bagi opsi intervensi militer di kalangan pengambil keputusan Amerika Serikat itu dikabarkan terkait dengan kapasitas pertahanan udara Suriah yang diyakini sangat kuat.

Kekuatan udara negara-negara itu diperkirakan tak akan mudah menembus sistem pertahanan udara Suriah. Pertahanan udara itu sejak lama memang didesain untuk menghadapi kemungkinan serangan udara Israel dan AS. Ini tentu bisa dimengerti sebab Suriah adalah negara yang dalam status perang dengan Israel.

Oleh karena itu, beberapa serangan Israel terhadap target di Suriah sering dilakukan dari perbatasan, baik perbatasan Lebanon-Suriah maupun Israel-Suriah. Jet-jet tempur Israel cenderung menghindari masuk secara langsung ke wilayah udara Suriah.

Israel dengan serangan baru ini sepertinya ingin membantah semua mitos tersebut. Israel ingin mengirimkan pesan kepada AS bahwa operasi udara terhadap Suriah bukanlah hal yang sulit. Pertahanan udara Suriah tidak sekuat yang didengung-dengungkan para pengambil keputusan di Amerika Serikat yang menolak intervensi militer terhadap negara itu. Buktinya adalah keberhasilan serangan Israel terhadap salah satu arsenal penting pertahanan Suriah di Damaskus tersebut.

Menurut beberapa laporan stasiun televisi Timur Tengah seperti Al-Arabiyya dan Al-Jazeera, serangan cepat itu memang berhasil menembus jantung pertahanan Suriah di Damaskus sekaligus menimbulkan kerusakan yang cukup fatal pada sistem komando dan padamnya aliran listrik secara total. Itu artinya, penolakan opsi intervensi dengan alasan kuatnya sistem pertahanan udara Suriah adalah argumen yang salah.

Dilihat dari konteks waktunya, masuk akal jika ada kaitan antara serangan itu dan opsi intervensi militer yang tengah dipertimbangkan di Amerika Serikat.

Ibnu Burdah Pemerhati Timur Tengah dan Dunia Islam; Dosen Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.