Ofensif Udara Israel terhadap Suriah

Kompas.com - 11/05/2013, 02:43 WIB
Editor

Oleh Ibnu Burdah

Selama sekitar dua tahun konflik berdarah di Suriah, Israel cenderung memainkan peran pasif. Mereka seolah tidak melakukan apa pun untuk mendukung salah satu pihak atau kelompok yang sedang bertikai kecuali operasi-operasi rahasia yang mungkin dilakukan.

Mereka tercatat hanya merespons dengan aksi ketika menengarai ada perkembangan yang berpotensi menjadi sumber ancaman secara langsung terhadap keamanan negara itu.

Lantas, apa sesungguhnya tujuan Israel tiba-tiba melakukan ofensif udara terhadap Suriah hingga dua kali baru-baru ini? Apakah tujuan itu sama dengan tujuan serangan-serangan Israel sebelumnya, yakni untuk menghentikan transfer senjata canggih dari rezim Assad kepada Hizbullah atau kelompok-kelompok radikal seperti yang sering mereka katakan?

Jauh dari harapan

Perkembangan yang terjadi di Suriah jelas jauh dari harapan Israel. Israel tentu menginginkan rezim Assad jatuh. Bagaimana pun, rezim ini adalah rezim Arab terkuat yang masih dalam status ”perang” dengan Israel. Negara ini memiliki peran yang tidak kecil dalam membantu beberapa gerakan perlawanan terhadap Israel. Negara ini juga memiliki perbatasan langsung yang cukup luas dengan negara Yahudi itu.

Fakta yang terjadi justru sebaliknya. Assad pada perkembangan konflik belakangan menunjukkan kepercayaan diri yang semakin tinggi akan mampu mengalahkan lawan pada perang sangat berdarah kali ini. Tidak ada tanda-tanda rezim ini segera tumbang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika Assad jatuh, Israel tentu menginginkan rezim baru yang muncul itu tidak kuat dan bersikap moderat terhadap Israel. Fakta di lapangan juga cenderung berbalikan dengan keinginan itu. Faksi-faksi Islam dan kelompok-kelompok radikal cenderung menonjol dalam proses perlawanan terhadap rezim Assad. Jika kelompok-kelompok itu kelak berkuasa setelah Assad, perkembangan itu akan lebih menakutkan Israel. Perkembangan inilah yang tampaknya membuat Israel mulai lebih aktif terlibat dalam konflik di Suriah.

Opsi intervensi militer

Jika mencermati sasaran ofensif dua kali terakhir ini, tujuan serangan ini sepertinya bukan hanya untuk mencegah transfer senjata canggih kepada Hizbullah sebagaimana sebelumnya. Dikabarkan, dan diakui beberapa pejabat Israel, serangan pertama memang diarahkan untuk mencegah pengiriman senjata konvensional canggih dari Suriah ke Lebanon. Namun, serangan kedua dikabarkan menjadikan pusat riset militer Suriah di Damaskus sebagai target.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.