Rusia Selesaikan Pengiriman Roket ke Suriah

Kompas.com - 10/05/2013, 22:29 WIB
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Jumat (10/5/2013), mengatakan, Rusia telah menyelesaikan pengiriman roket-roket darat ke udara untuk Suriah. AS mengecam langkah Rusia ini.

"Rusia tidak berencana untuk menjual. Rusia sudah menjual dan sudah sejak lama menandatangani kontrak penjualan dan menyelesaikan pengiriman persennjataan itu, yang adalah sistem anti-pesawat terbang, sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati," kata Lavrov kepada wartawan di Warsawa, Polandia.

Lavrov mengatakan langkah yang diambil Rusia ini tidak dilarang hukum internasional manapun.

"Ini adalah sistem pertahanan, yang dirancang untuk Suriah dan bisa digunakan untuk mempertahankan diri dari serangan udara dan itu bukan skenario rekaan," tambah Lavrov.

Komentar Lavrov ini muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dan PM Inggris David Cameron mendiskusikan kemungkinan opsi dan langkah bersama untuk mengakhiri konflik Suriah.

Sehari sebelum pertemuan Putin-Cameron, Menteri Luar Negeri AS John Kerry memperingatkan bahwa penjualan roket Rusia ke Suriah akan membuat kondisi kawasan itu tidak stabil.

Sebelumnya, Suriah sudah bersumpah untuk merespon terhadap setiap serangan Israel ke wilayahnya setelah Israel dikabarkan dua kali menyerang fasilitas militer Suriah pekan lalu.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X