Kompas.com - 10/05/2013, 21:31 WIB
EditorErvan Hardoko

LAGOS, KOMPAS.com — Kepolisian Nigeria menemukan 17 remaja perempuan yang tengah mengandung dalam penggerebekan sebuah rumah, Jumat (10/5/2013). Polisi kini tengah mencari seorang perempuan yang diduga akan menjual bayi-bayi dari ke-17 remaja itu.

Joy Elomoko dari kepolisian Negara Bagian Imo mengatakan, para remaja yang ditemukan tengah hamil itu berusia antara 14 dan 17 tahun. Tak hanya itu, polisi juga menemukan 11 anak di rumah yang digerebek itu.

Sejumlah warga setempat mengatakan, rumah yang digerebek polisi itu dikenal dengan nama Rumah Bayi Tak Beribu Ahamefula. Warga mengenalnya sebagai panti asuhan dan rumah singgah bagi perempuan yang akan melahirkan.

"Pasukan khusus kepolisian Imo menggerebek sebuah rumah ilegal di Umuaka, dan menyelamatkan 17 gadis berusia 14-17 tahun yang tengah mengandung," kata Elomoko.

"Para gadis itu mengaku hanya diberi makan sekali sehari dan tak diizinkan keluar rumah," tambah Elomoko.

"Mereka juga mengatakan, bayi-bayi yang ada dalam kandungan mereka akan dijual kepada siapa pun yang mau membeli," ujar Elomoko.

Lebih jauh para gadis itu mengatakan, mereka dihamili oleh seorang pemuda berusia 23 tahun, yang saat ini sudah ditahan, dan seorang petugas keamanan yang bekerja di rumah itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penanggung jawab rumah ini sudah kabur. Namun, kami sudah melakukan pengejaran," tambah Elomoko.

Dalam laporan terkait penjualan manusia yang dirilis bulan lalu, Uni Eropa menyebut Nigeria sebagai sebuah negara Afrika dengan praktik terbanyak penjualan manusia.

Laporan itu menyebut penjualan bayi sangat marak di Nigeria, dan kepolisian negeri itu pernah mengungkap apa yang disebut sebagai "pabrik bayi".

Pada Mei 2011, kepolisian Nigeria membebaskan 32 perempuan hamil di Negara Bagian Abia. Para perempuan ini nantinya akan menjual bayi mereka dengan harga sekitar 191 dollar AS atau sekitar Rp 2 juta, tergantung jenis kelamin bayi itu.

Lalu pada Oktober 2011, polisi Nigeria juga menemukan 17 perempuan muda yang tengah hamil di Negara Bagian Anambra.

Organisasi Kebudayaan PBB (UNESCO) pernah menyebut penjualan manusia adalah kejahatan paling umum di Nigeria, setelah penipuan dan penyelundupan narkoba.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.