Kompas.com - 10/05/2013, 16:44 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan anggota ormas keagamaan mendatangi minimarket di Jalan Tanjung Duren Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Mereka menuntut supaya minimarket tersebut tidak menjual minuman beralkohol di daerah Tanjung Duren.

"Tadi orang-orang ormas dari kompleks belakang datang ke sini untuk sweeping ada yang jual miras atau enggak," kata Wahyu, petugas parkir di lokasi, Jumat (10/5/2013).

Menurut dia, sweeping minuman keras yang dilakukan oleh anggota ormas tersebut juga didampingi oleh anggota kepolisian Polsek Tanjung Duren. Mereka menyisiri dua minimarket yang diduga menjual minuman beralkohol.

Maria, salah satu pegawai minimarket, mengatakan, tempatnya bekerja sudah tidak menjual minuman leras sejak dua bulan lalu. Pasalnya, anggota ormas yang sama sudah datang ke minimarket tersebut dan memperingatkan supaya tidak menjual minuman beralkohol.

"Dua bulan lalu mereka sudah ke sini dan larang jual minuman. Jadi, sekarang kami sudah enggak sediakan minuman beralkohol lagi," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Firman Andreanto mengatakan, kedatangan anggota ormas ke tempat tersebut untuk mengecek apakah mereka masih menjual miras. Mereka juga berniat untuk bertemu pemilik toko supaya bisa membicarakan larangan menjual miras tersebut.

"Mereka datang ke minimarket itu supaya bisa ketemu sama pemiliknya. Tujuannya agar minimarket enggak jualan miras lagi," imbuhnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X