Tony Abbot Akan Minta Maaf kepada Indonesia soal Sapi

Kompas.com - 10/05/2013, 11:26 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

CANBERRA, KOMPAS.com — Bila terpilih menjadi Perdana Menteri Australia berikutnya, pemimpin oposisi saat ini, Tony Abbott, akan membantu bisnis peternakan sapi dengan meminta maaf kepada Indonesia.

Permintaan maaf itu berkenaan dengan keputusan yang pernah dibuat pemerintahan Partai Buruh yang menghentikan ekspor sapi.

Menurut laporan harian The West Australian, Jumat (10/5/2013), Tony Abbot  mengatakan, pihak koalisi tidak akan pernah membuat keputusan seperti ini, yang tidak hanya merugikan peternak sapi di Australia, tetapi juga merusak hubungan dagang dengan Indonesia.

Pemerintah Australia menghentikan ekspor ternak ke Indonesia tahun 2011, menyusul adanya laporan stasiun televisi ABC bahwa cara pemotongan ternak dianggap tidak memperhatikan kesejahteraan hewan-hewan tersebut.


Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, Indonesia kemudian membalas tindakan Australia ini dengan mengurangi kuota impor. Akibatnya, ditambah dengan nilai dollar Australia yang tinggi, harga sapi Australia jatuh tajam.

Para peternak sapi mengatakan, mereka sekarang ini mungkin harus menembak mati sapi mereka yang tidak bisa dijual karena lebih mahal untuk memberi makan ternak tersebut.

Dalam pembicaraan minggu ini, asosiasi peternak Australia meminta pemerintah untuk menyumbangkan sekitar 100.000 ekor sapi ke Indonesia sebagai tanda niat baik.

Menurut Tony Abbott, bila dia jadi perdana menteri, dia tidak akan "menyakiti" pemerintah dan petani Australia sendiri dengan membuat keputusan terburu-buru soal perdagangan.

"Hal pertama yang akan kami lakukan adalah berkunjung ke Indonesia dan meminta maaf mengenai apa yang sudah dibuat oleh pemerintah terdahulu." kata Abbott kepada wartawan di Tamworth (NSW).

"Kami akan menghabiskan waktu di Jakarta untuk membangun kembali jembatan, dan bukannya menghancurkan persahabatan yang sudah ada."

Tony Abbot mengatakan, dia optimistis bahwa ekspor ternak ke Indonesia akan kembali tumbuh dan berkembang di masa depan. Indonesia sendiri sudah mengatakan akan berusaha swadaya ternak pada tahun 2014, dan dilaporkan berusaha membeli peternakan di  Australia guna memastikan pasokan secara teratur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X