Kompas.com - 10/05/2013, 03:42 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

OHIO, KOMPAS.com -Tersangka penculik dan pemerkosa tiga perempuan yang terungkap setelah lebih dari 10 tahun, Ariel Castro, harus tetap berada di tahanan kecuali membayar uang jaminan 8 juta dollar AS. Besarnya uang jaminan  yang diputuskan dalam sidang terbuka pertama dengan kehadiran Castro, Kamis (9/5/2013), menjadi pertanda bakal sangat lamanya dia harus menjalani hukuman di penjara.

Castro adalah bekas sopir bus sekolah, selama persidangan hanya menundukkan kepala, tak pernah mengangkat kepala dan melihat ke arah media dan pengunjung persidangan. Pengacara yang ditunjuk pengadilan untuk Ariel, Kathleen DeMetz, mengatakan klien mereka adalah pengangguran dan hanya memiliki sedikit uang.

Dalam sidang dakwaan ini, asisten jaksa Cuyahoga County Brian Murphy mengatakan pada hakim Lauren Moore bahwa rumah Castro sudah menjadi penjara bagi ketiga perempuan yang diculiknya. Saat ini, ujar Murphy, situasi berbalik dan Castro harus menjalani kehidupan sebagai tahanan di dalam penjara. Castro menghadapi tiga dakwaan perkosaan dan empat tuduhan penculikan. Castro tidak mengajukan plea dalam sidang ini.

Kahtleen memastikan Castro tak punya uang, setelah dipecat dari pekerjaannya sebagai sopir bus pada November 2012. Polisi menyatakan Castro melepaskan haknya untuk tetap diam menghadapi dakwaan atas dirinya, dan memilih untuk berbicara mengungkapkan kasus yang didakwakan padanya.

Dua saudara Castro, Pedro (54) dan Onil (50) telah membayar jaminan untuk pembebasan dari tahanan, dalam persidangan Kamis (9/5/2013). Jaksa menyatakan tak ada bukti bahwa kedua saudara Castro itu terlibat dalam kasus penculikan dan pemerkosaan ini.

Pada konferensi pers, Rabu (8/5/2013), Wakil Kepala Kepolisian Cleveland, Ed Tomba, mengatakan ia tidak merinci apakah memang terjadi kehamilan selama para korban disekap bertahun-tahun di rumah Castro. Tetapi dia memastikan bahwa para korban diikat dengan tali dan rantai.

Namun anggota Dewan Kota, Brian Cummins, menyatakan ada pelecehan seksual dan psikologis berkepanjangan yang dilakukan pada para korban. "Kita tahu bahwa korban telah mengkonfirmasikan keguguran, tapi dengan siapa, berapa banyak dan apa kondisi kita tidak tahu," kata Cummins.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cummins menambahkan, "Kedengarannya cukup mengerikan." Castro telah menyetujui untuk mengikuti tes DNA, untuk memastikan siapa ayah dari anak salah satu korban penculikannya.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.