Kompas.com - 09/05/2013, 20:10 WIB
EditorErvan Hardoko

DHAKA, KOMPAS.com - Pencarian korban runtuhnya Rana Plaza yang sejauh ini sudah menewaskan 900 orang belum berakhir, bencana kembali menimpa industri tekstil Banglades.

Sebuah pabrik garmen di Banglades terbakar, Kamis (9/5/2013), menewaskan delapan orang. Penyebab munculnya api belum diketahui namun kebakaran ini terjadi di lantai tiga sebuah gedung berlantai 11 di distrik Dhaka Darussalam.

Pemilik pabrik sweater Tung Hai dikabarkan menjadi salah seorang korban tewas. Seluruh korban tewas bukan pekerja pabrik meski musibah itu terjadi di tengah proses produksi.

"Kebakarannya sangat besar namun kami berhasil memadamkannya," kata petugas pemadam kebakaran, Mahbubur Rahman.

Rahman mengatakan korban tewas akibat menghirup asap setelah mereka berlari ke tangga darurat namun udara sudah terlanjur dipenuhi asap beracun dari bahan akrilik yang terbakar.

Kepala polisi setempat Khalilur Rahman mengatakan, kebakaran itu menewaskan pemilik pabrik, empat orang staf, seorang polisi senior, seorang petugas polisi. Sementara korban tewas kedelapan belum teridentifikasi

"Tak ada pekerja saat pabrik terbakar sekitar pukul 23.30 malam," kata Rahman.

Dalam laman Facebooknya, Tung Hai mengatakan perusahaan ini mengekspor produknya ke sejumlah negara. Jaringan ritel Inggris, Primark adalah salah satu pelanggannya.
Demikian pula dengan Inditex yang salah satu produknya adalah Zara, adalah pelanggan tetap Tung Hai.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X