Kompas.com - 08/05/2013, 22:08 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov terkesan sewot saat menjumpai kenyataan bahwa menurutnya tak ada tindakan nyata untuk menuntaskan konflik Suriah. Menurut warta AP pada Rabu (8/5/2013), Rusia yang juga sekutu Suriah itu mengkritik negara-negara Barat soal realisasi Komunike Geneva, Swiss. Menurut Lavrov, sudah bukan waktunya "omdo" alias "omong doang" untuk krisis Suriah. "Sudah saatnya bertindak," katanya.

Lavrov sendiri memang baru saja usai berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Moskwa. Menurutnya, baik Rusia maupun AS memiliki persepsi tak berbeda jauh mengenai Suriah.

"Kami percaya penerapan penuh Komunike Geneva menetapkan lebih awal pembentukan lembaga pemerintah peralihan. Kami bergerak dari pendapat bahwa lembaga tersebut akan melaksanakan wewenang eksekutif penuh," kata Lavrov.

"Kami yakin itu akan menjadi cara terbaik dan tercepat untuk menyelesaikan krisis Suriah," imbuhnya.
    
Lebih lanjut, Lavrov juga mengingatkan bencana kemanusiaan yang berlanjut dan rusaknya kestabilan regional yang mungkin terjadi, kalau Pemerintah Suriah digulingkan dengan kekerasan, terutama dengan bantuan campur tangan asing.
    
AS dan Rusia, terang Lavrov, juga sepakat untuk mendorong kedua pihak yang bertikai dalam konflik Suriah untuk menemukan penyelesaian melalui perundingan dan untuk menyelenggarakan konferensi internasional bertujuan mencari perdamaian.
    

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X