Kompas.com - 08/05/2013, 08:33 WIB
EditorEgidius Patnistik

MAIDUGURI, KOMPAS.com — Kelompok bersenjata Nigeria, Selasa (7/5/2013), melancarkan serangan terkoordinasi ke barak militer, sebuah penjara, dan beberapa pos polisi di kota Bama yang terletak di timur laut negara itu. Serangan tersebut menewaskan 55 orang dan membuat 105 narapidana lepas, kata pihak militer Nigeria.

"Para teroris Boko Haram yang bersenjara berat" melancarkan serangan sekitar pukul 05.00 pagi (atau pukul 11.00 WIB), kata Musa Sagir, juru bicara militer di sekitar Maiduguri, yang merupakan basis dan kubu kelompok militan Islam itu. "Beberapa dari pria bersenjata itu menyerang barak militer tetapi mereka mendapat perlawanan," katanya.

Dia mengatakan, 10 pria bersenjata tewas dan satu orang ditangkap di barak militer. "Namun, orang-orang bersenjata itu masuk ke penjara, membebaskan 105 narapidana, dan membunuh semua sipir penjara yang mereka lihat, kecuali mereka yang bersembunyi di sebuah gudang di mana peralatan masak disimpan," tambah Sagir.

"Dalam serangan itu, 55 orang termasuk dua tentara, beberapa sipir penjara, polisi, dan warga sipil tewas," katanya. Sagir merinci bahwa ada 14 sipir penjara, termasuk seorang perwira senior, dua tentara, 22 polisi, empat warga sipil, dan 13 pengikut Boko Haram yang tewas dalam serangan di Bama tersebut.

"Para teroris itu juga menyerang dan membakar sebuah asrama, sebuah kantor, dan klinik polisi," katanya. Dia mengatakan, sejumlah kendaraan juga dibakar dalam serangan itu.

Para wartawan lokal yang mengunjungi Bama setelah serangan itu mengatakan, para pria bersenjata yang tewas mengenakan seragam militer.

Serangan hari Selasa itu terjadi setelah 17 orang tewas dan banyak rumah dibakar menyusul serangkaian serangan oleh kelompok ekstremis itu di kota yang sama pada tanggal 25 April.

Kekerasan terkait dengan pemberontakan Boko Haram telah menyebabkan sekitar 3.600 orang tewas sejak 2009, termasuk mereka yang tewas oleh pasukan keamanan. Namun, serangan pada pertengahan April di kota nelayan terpencil Baga yang terletak dekat Danau Chad "belum pernah terjadi sebelumnya", demikian menurut Human Rights Watch (HRW). Serangan di Baga itu menyebabkan sekitar 200 orang tewas dan ribuan rumah habis terbakar. Palang Merah Nigeria mengatakan bahwa 187 orang tewas dalam pertempuran itu, sementara seorang senator setempat menyebutkan korban tewas sebanyak 228 orang.

Sebelum pembantaian di Baga, serangan paling mematikan kelompok itu terjadi di Kano pada Januari 2012, ketika pengeboman terkoordinasi dan penembakan menewaskan sedikitnya 185 orang.

Boko Haram telah mengatakan serentetan serangan mematikannya bertujuan untuk menciptakan sebuah negara Islam di Nigeria utara, yang mayoritas Muslim, sementara bagian selatan negara itu, yang merupakan negara dengan penduduk terpadat di Afrika dan produsen minyak utama, sebagian besar penganut Kristen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.