Didakwa Membunuh Biksu, 6 Warga Muslim Diadili

Kompas.com - 07/05/2013, 20:32 WIB

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Enam orang warga Muslim Myanmar, Selasa (7/5/2013), menjalani persidangan untuk kasus pembunuhan terhadap seorang biksu dalam kekerasan sektarian belakangan ini. Jika tuduhan ini terbukti, keenam orang ini bisa dijatuhi hukuman mati.

Jaksa Wilayah Mandalay, Ye Aung Myint mengatakan, pengadilan diharapkan sudah bisa memberikan keputusan pada Jumat mendatang.

"Jika mereka terbukti membunuh, mereka bisa dijatuhi hukuman mati," kata Aung Myint.

Aung Myint menambahkan, keenam orang yang tengah menjalani sidang itu berusia 20-an. Satu orang dinyatakan sebagai tersangka utama dan lima lainnya membantu melakukan pembunuhan.


Terdakwa ketujuh akan disidang di pengadilan anak-anak. Sementara polisi masih mengejar empat tersangka lainnya yang diyakini terlibat dalam kasus ini.

Pada bulan Maret lalu, sebuah perselisihan di sebuah toko emas di kota Meiktila kemudian berujung kerusuhan sektarian yang mengakibatkan sedikitnya 43 orang tewas dan ribuan orang lainnya kehilangan tempat tinggal.

Bulan lalu, pemerintah Myanmar menjatuhkan hukuman penjara 14 tahun untuk pemilik toko emas dan dua warga Muslim, karena dianggap menghina pelanggannya yang pemeluk Budha.

Sejauh ini belum ada satu warga Budha yang diadili dan dihukum terkait kerusuhan sektarian itu.

Pekan lalu, kekerasan sektarian kembali terjadi di Oakkan, sekitar 100 kilometer sebelah utara Yangon, menyebabkan satu orang tewas serta sejumlah masjid dan bangunan dibakar.

Tahun lalu kerusuhan sektarian antara umat Budha dan Muslim di Negara Bagian Rakhine mengakibatkan 200 orang tewas, sebagian besar adalah etnis minoritas Rohingya.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorErvan Hardoko
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Internasional
Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Internasional
Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Internasional
Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Internasional
Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Internasional
Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Internasional
Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Internasional
Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Internasional
Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X