Kompas.com - 07/05/2013, 14:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

KAIRO, KOMPAS.com - Ledakan yang menerangi angkasa Damaskus pada malam hari menimbulkan dilema yang dihadapi negara-negara Arab mengenai perang saudara di Suriah. Sejak semula Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah dalam perkumpulan itu, tetapi sekarang segera mengutuk serangan udara yang dilancarkan Israel atas pasukan Bashar al Assad.

Tetapi kecaman terhadap Israel itu timbul selagi Liga Arab berusaha menghidupkan kembali rencana perdamaian yang telah berusia sepuluh tahun yang membayangkan pengakuan negara Yahudi itu oleh dunia Arab.

Disamping itu, faktor sektarian dinilai memegang peranan. Sebagian besar negara yang berpenduduk mayoritas golongan Sunni telah memihak oposisi yang dipimpin golongan Sunni Suriah, antara lain untuk menghalangi Iran yang dipimpin golongan Syiah menjangkau dunia Arab. Bahkan ada persetujuan diam-diam mengenai tekad Israel untuk tidak membiarkan Iran membuat senjata nuklir.

Namun, sekutu Iran, Hezbollah mendapat dukungan luas di kawasan itu, tepatnya atas sikapnya yang anti Israel. Sumber-sumber intelijen mengatakan, serangan Israel ditujukan untuk menghentikan pengiriman misil-misil buatan Iran kepada kelompok-kelompok Syiah Lebanon yang dikirim lewat Suriah.

Para pejabat Suriah berusaha memanfaatkan kekacauan itu, dengan mengaitkan Israel dengan kegiatan pasukan pemberontak Suriah.

Menteri Informasi Suriah Omran al-Zoubi mengatakan, militer Suriah mempunyai hak untuk melindungi negaranya dan rakyat dari segala bentuk pelanggaran baik di dalam maupun di luar negeri.

Tetapi walaupun ada kecaman-kecaman mengenai serangan Israel itu, tampaknya tidak ada keinginan untuk melakukan pembalasan dengan menggunakan kekuatan militer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika usaha diplomatik untuk mengakhiri konflik di Suriah gagal, dunia Arab tidak bertindak. Militer Arab selama puluhan tahun telah menjauhkan diri dari konfrontasi dengan Israel, setelah kalah dalam perang–perang terdahulu.

Karena Israel tampaknya melakukan peran militer yang aktif di Suriah, adanya ketegangan sektarian di perbatasan Suriah, dan kesulitan yang disebabkan oleh lebih dari satu juta pengungsi kawasan itu pasti terkena dampaknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.