Kompas.com - 07/05/2013, 09:42 WIB
EditorEgidius Patnistik

Korea Utara telah memindahkan dua peluru kendali jarak menengah dari lokasi peluncuran yang terletak di pantai timur negara itu. Korut sebelumnya menempatkan rudalnya di lokasi itu untuk mengancam sejumlah negara tetangganya dan AS.

Pejabat AS mengatakan, langkah Korut ini menjadi indikasi adanya tingkat ketegangan yang mulai menurun di semenanjung Korea. Bulan lalu Korut dilaporkan melakukan persiapan untuk peluncuran peluru kendalinya.

Negara itu mengancam akan menyerang sejumlah target khusus di wilayah Korea Selatan, Jepang, dan AS. Ancaman Korut dikeluarkan pascasanksi baru yang dikeluarkan PBB terhadap negara itu kerena melakukan uji senjata nuklir untuk ketiga kalinya.

Pyongyang juga beberapa kali menyampaikan kemarahannya terhadap latihan militer besar yang dilakukan oleh Korsel dan AS.

Penghentian provokasi

Juru Bicara Pentagon, George Little, mengatakan kepada wartawan bahwa langkah Korut itu sebagai "apa yang telah kami lihat terakhir ini adalah penghentian provokasi."

"Dan kami berpikir bahwa itu merupakan upaya yang menguntungkan untuk memastikan adanya perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea bagi kita," kata Little.

Rudal Musudan milik Korut yang digunakan untuk menakuti lawannya dimunculkan pertama kali oleh negara itu saat parade militer tahun 2010, tapi hingga saat ini belum pernah diuji coba. Ancaman Korut ini sempat membuat sejumlah negara khawatir. Korea Selatan bulan lalu bahkan meningkatkan tingkat kewaspadaannya menjadi tingkat "ancaman penting."

Sumber-sumber di AS dan Korsel mengatakan, Korut setidaknya memiliki satu rudal balistik dengan kemampuan jarak tembak mencapai 3.000 kilometer yang siap diluncurkan.

Sebelumnya PBB dalam resolusi yang dikeluarkan tahun 2006 lalu telah menyatakan bahwa Korut tidak diperbolehkan untuk melakukan tes nuklir atau peluncuran rudal balistiknya. Resolusi inilah yang dilanggar Korut dan berujung pada sanksi baru terhadap negara itu dan dibalas Korut dengan sejumlah ancaman termasuk akan kembali membuka reaktor nuklir mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.