Kompas.com - 06/05/2013, 21:30 WIB
EditorErvan Hardoko
NAIROBI, KOMPAS.com - Pengadilan Kenya, Senin (6/5/2013), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada dua orang warga negara Iran yang terbukti melakukan aksi teror dan memiliki bahan peledak yang akan digunakan untuk membuat bom.

"Hati saya bergetar jika membayangkan kerusakan yang terjadi akibat bom itu," kata hakim Kiarie Waweru Kiarie saat memimpin sidang di ibu kota Nairobi.

Ahmed Mohammed (50) dan Sayed Mansour (51), ditahan pada Juni tahun lalu. Mereka dinyatakan bersalah atas kepemilikan 15 kilogram bahan peledak RDX. Polisi menemukan bahan peledak itu disembunyikan di dalam sebuah lubang di lapangan golf.

Pengadilan mengatakan kedua warga Iran itu diduga kuat merencanakan pengeboman di Nairobo dan kota pelabuhan Mombasa.

"Saya sudah mempertimbangkan pembelaan mereka. Namun, tangisan korban teror yang lalu jauh lebih kuat," kata Kiarie.

Kedua warga Iran itu kemudian dijatuhi hukuman seumur hidup karena merencanakan perbuatan yang berpotensi membuat kerusakan hebat. Selain itu, hukuman ditambah 10 tahun untuk kepemilikan bahan peledak, serta 15 tahun penjara untuk merencanakan kejahatan serius.

Kuasa hukum kedua terpidana, David Kirimi menganggap hukuman seumur hidup itu terlalu berlebihan dan mengatakan segera mengajukan banding.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hukuman yang dijatuhkan salah, tak berdasar, dan berlebihan. Hukuman ini juga tak adil untuk klien kami," kata Kirimi.

Istri kedua tersangka, yang hadir dalam sidang, usai pembacaan putusan memberikan pernyataan bersama yang intinya menganggap putusan pengadilan atas suami mereka tidak adil.

"Tak ada bukti nyata yang mengkaitkan suami kami dengan semua bukti di pengadilan," kata salah satu istri terpidana sambil menyerukan digelarnya persidangan ulang.

"Terdapat tekanan di luar pengadilan yang mempengaruhi keputusan dan prosedur sidang," kata pejabat dari Kedutaan Besar Iran di Nairobi, Mohamed Zaboli.

Para terpidana ditangkap setelah polisi Kenya menemukan bahan peledak di Mombasa, kota pelabuhan utama Afrika Timur sekaligus salah satu tujuan wisata internasional yang terkenal.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.