Kompas.com - 06/05/2013, 19:53 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona menyusul kasus infeksi baru di Arab Saudi yang menimbulkan korban tewas. Pada Rabu (1/5) lalu,  The National IHR Focal Point of Saudi Arabia melaporkan tujuh infeksi virus corona pada rumah sakit di provinsi bagian timur Arab Saudi. Sebanyak lima korban dilaporkan meninggal, sedangkan dua lainnya dalam kondisi kritis.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof.dr Tjandra Yoga Aditama, dalam keterangan pers Senin (6/5/2013) menyatakan, laporan kasus infeksi ini telah dilaporkan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Laporan ini tergolong baru, karena tidak ada laporan kasus serupa sejak September 2012.

"Serangan ini termasuk baru, karena itu belum ada vaksinnya. Namun kita dapat melakukan usaha pencegahan lain," kata Tjandra.

Sejauh ini, kata Tjandra, sudah ada 24 kasus yang didapatkan WHO berkaitan dengan serangan Novel Corona Virus (nCoV). Sebanyak 16 kasus meninggal, yang mengindikasikan angka case fatality rate (CFR) mencapai 66,66 persen. Hal ini tentu menuntut kewaspadaan karena banyaknya jama'ah haji dan tenaga kerja di Saudi Arabia.

Serangan corona, lanjut Tjandra, hinga saat ini belum ditemukan di daerah penginapan maupun ibadah jama'ah haji. Untuk menghindari infeksi serangan virus corona,  Tjandra menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan tubuh.Jama'ah haji dan para tenaga kerja disarankan untuk melakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kebiasaan sederhana ini akan menimimalisir serangan virus yang masuk ke dalam tubuh. 

Sampai saat ini belum diketahui asal mula dan pencegahan corona. Gejala serangan infeksi corona mirip serangan flu pada umumnya. Namun serangan corona, kata Tjandra, relatif lebih berat. Korban corona akan merasa sangat lemas sampai tidak bisa bangun. Bila disertai batuk, suara batuk terdengar sangat keras.

"Korban corona biasanya sudah memiliki penyakit kronis sebelumnya. Penyakit semakin parah dengan adanya infeksi corona," kata Tjandra.

Oleh karena itu, Tjandra menyarankan setiap orang yang merasa tidak enak badan segera memeriksakan diri sesampainya di negara tujuan. Pemeriksaan sesegera mungkin akan mencegah virus tersebar. Korban juga bisa segera mendapat terapi pengobatan.

Pemerintah, menurut Tjandra juga akan melaksanakan pengawasan pada kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI) dengan sebab yang tidak jelas. Pengawasan dilakukan pada setiap pintu masuk di pelabuhan laut dan udara. Tjandra juga mengharap partisipasi masyarakat segera melaporkan bila ada orang disekitarnya menderita gejala flu berat, sepulang dari Saudi Arabia.

Mungkinkah sampai Indonesia?

Sampai sekarang, kata Tjandra, serangan nCoV belum ditemukan di Indonesia. Kendati begitu, tidak menutup kemungkinan serangan corona sampai Indonesia. "Prinsipnya serangan virus bisa berpindah, karena itu peluang sampai Indonesia masih ada. Tapi tidak perlu khawatir sepanjang menjaga kebersihan," kata Tjandra.

Serangan nCoV, menurut Tjandra, antara lain ditemukan di Saudi Arabia dan Inggris. Hal ini dikarenakan banyak orang Arab berkunjung ke benua Eropa. Kunjungan ini membuka peluang penyebaran virus.  

Meski sifat nCoV belum diketahui, virus corona umumnya sangat lemah. Virus ini hanya bisa bertahan sehari di luar tubuh. Virus ini umumnya bisa hancur dengan agen pembersih biasa. Karena itu, risiko penularan pada populasi umum rendah. Namun serangan corona virus bisa merangsang terjadinya pneumonia. Serangannya juga bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
Manfaat Rambutan untuk Daya Tahan Tubuh

Manfaat Rambutan untuk Daya Tahan Tubuh

Oh Begitu
Dari Susu Sapi, Almond sampai Kedelai, Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?

Dari Susu Sapi, Almond sampai Kedelai, Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?

Oh Begitu
Apakah Serangan Jantung Dapat Dicegah?

Apakah Serangan Jantung Dapat Dicegah?

Oh Begitu
Kuda Poni Dikenal Cerdas dan Bersahabat, tapi 3 Hal Ini Bisa Membuatnya Agresif

Kuda Poni Dikenal Cerdas dan Bersahabat, tapi 3 Hal Ini Bisa Membuatnya Agresif

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.