Kurir dari Malaysia Kembali Tertangkap

Kompas.com - 06/05/2013, 03:24 WIB
Editor

Batam, Kompas - Petugas Bea dan Cukai di Batam, Kepulauan Riau, kembali menangkap kurir narkotika dari Malaysia. Dua pria, AA dan AZ, membawa 7,1 kilogram sabu saat masuk Pelabuhan Batam Center, Sabtu (4/5) sore. Ini rombongan kurir ketiga yang ditangkap di Ba- tam dalam tiga bulan terakhir.

Menurut Kepala Seksi Penyidikan Kantor Bea dan Cukai Batam Selamet Riyadi, AA dan AZ menumpang feri Indo Berlian 5 dari Pelabuhan Johor Bahru, Malaysia. Mereka gagal melewati pemeriksaan terhadap seluruh penumpang. ”Gerak-gerik mereka mencurigakan saat paketnya diperiksa,” ujarnya, Minggu, di Batam.

Karena itu, petugas memerintahkan AA dan AZ mengambil barang mereka setelah keluar dari mesin pemindai. Mereka diminta membuka salah satu tas yang saat dipindai melapisi beberapa kemasan lain. Saat diperiksa, ditemukan delapan kantong sabu dalam plastik bening.

Kepada petugas, kedua tenaga kerja Indonesia asal Jawa Timur itu mengaku ditugasi membawa paket sabu ke Surabaya. Menurut rencana, mereka dijemput di pelabuhan, lalu diantar ke Bandara Hang Nadim, Batam, untuk naik pesawat ke Surabaya. Rencana itu gagal setelah mereka tertangkap di pelabuhan.

AA dan AZ juga sempat diperiksa di rumah sakit. Organ dalam tubuh mereka dipindai untuk memastikan tidak ada paket narkotika yang dimasukkan pada tubuh. ”Prosedur standar bagi setiap pembawa narkotika, selalu pemeriksaan bagian dalam tubuh. Ada kurir pernah memasukkan paket narkotika ke dalam tubuh,” tutur Selamet.

Setelah itu, AA dan AZ diserahkan ke Polda Kepulauan Riau untuk proses hukum. Di tempat terpisah, Polda Kepri belum menemukan pemilik 9.260 pil narkotika yang ditahan di Bandara Hang Nadim, Kamis lalu. Pelacakan dengan mengikuti sinyal nomor telepon seluler pelaku sudah tidak bisa dilakukan. Sebab, nomor itu sudah tidak aktif. ”Semua nomor ponselnya sudah tidak aktif,” ujar Direktur Reserse Narkotika Polda Kepri Komisaris Besar Agus Rohmat.

Namun, polisi memastikan akan terus memburu pria yang diduga membawa paket-paket itu ke bandara. Pria itu terekam kamera pengawas di pintu masuk bandara. Rekaman kamera cukup jelas untuk menggambarkan ciri-ciri fisik pria yang diduga membawa paket-paket pil happy five tersebut.

Pria itu tidak tertangkap saat masih di bandara karena buru-buru meninggalkan bandara setelah memasukkan barang ke mesin pemindai. Ia sama sekali tidak menyentuh lagi tas berisi paket pil setelah keluar dari mesin pemindai. (RAZ)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.