Kedutaan Myanmar Diduga Target

Kompas.com - 04/05/2013, 03:57 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Dua tersangka teroris yang membawa lima bom pipa rakitan diduga menjadikan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta sebagai target. Kedua tersangka, Sefa Riano (29) alias Asep dan Achmad Taufiq alias Ovi (22), ditangkap polisi antiteror sebelum sempat melakukan aksinya.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai di Jakarta, Jumat (3/5). ”Dari pengakuan tersangka, mereka menargetkan Kedutaan Myanmar,” kata Ansyaad.

Kedua tersangka akan menempatkan bom rakitan tersebut di Kedutaan Besar Myanmar saat unjuk rasa. Kedubes Myanmar jadi target, lanjut Ansyaad, karena konflik di Rohingya. ”Mereka (teroris) tidak mengenal wilayah teritorial,” katanya. Ansyaad menambahkan, kedua tersangka diduga anggota sel jaringan Abu Umar dan Farhan.

Saat disergap, Asep mengemudikan motor dan Ovi membawa ransel di pundak. Di ransel itulah ditemukan lima bom yang pengatur waktunya belum diaktifkan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, polisi antiteror menangkap dua tersangka kasus terorisme di daerah Benhil, Jakarta Pusat, Kamis, pukul 21.30. Kedua tersangka ditangkap saat mengendarai sepeda motor. Ketika ditangkap, tersangka membawa ransel berisi lima bom rakitan. Selain itu, tersangka juga membawa ransel berisi baju. Tidak ditemukan senjata api dari kedua tersangka saat itu.

Dalam pengembangan, polisi antiteror menggeledah rumah yang ditempati Asep di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Asep juga mengelola usaha air mineral isi ulang. Di rumah itu, polisi menangkap seorang wanita yang diperkirakan istri dari salah seorang tersangka. Upaya polisi antiteror tiga tahun terakhir ini, menurut Boy, lebih bersifat proaktif untuk menangkap tersangka sebelum teror dilakukan.

Dalam pengembangan lain, terduga teroris berinisial Si (23) lolos dalam penggerebekan polisi antiteror di Pamulang, Tangerang Selatan. Menurut Kepala Polsek Pamulang Komisaris Mochamad Nasir, polisi menangkap empat perempuan yang merupakan keluarga Si.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hentikan kejahatan

Sementara itu, massa Forum Umat Islam berdemonstrasi di depan Kedubes Myanmar, kemarin. Mereka menuntut Pemerintah Myanmar segera menghentikan kejahatan kemanusiaan atas warga minoritas Rohingya. Selama ini, Myanmar dituduh melakukan pembunuhan, penganiayaan, upaya deportasi, dan pemindahan secara paksa terhadap minoritas Rohingya.

Massa beberapa ormas Islam pun bergabung dalam demo tersebut, seperti Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin, dan Front Perjuangan Islam Solo. Mereka berasal dari daerah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.(FER/RAY/NEL/K04/K10/RTS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.