Kompas.com - 04/05/2013, 00:21 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

NAIROBI, KOMPAS.com - Banjir bandang melanda Kenya, setelah hujan lebat mengguyur negara Afrika ini. Hingga Jumat (3/5/2013), 74 orang tewas, 19 cedera, dan 99.043 orang dilaporkan harus mengungsi.

Masyarakat Palang Merah Kenya (KRCS) mengatakan 40 orang telah tewas di Lembah Rift, 21 di Kenya Timur, dan tujuh di wilayah pantai. Lembaga bantuan itu menyatakan pula banjir bandang telah merenggut empat jiwa di Kenya Barat dan dua di Kenya Tengah.

"Ada kemungkinan tanah longsor terjadi di Nandi (Lembah Rift) sebab  terlihat terjadi retakan pada tanah," bunyi pernyataan yang dirilis KRCS. Organisasi tersebut sedang memantau situasi dan menyarankan warga agar pindah ke tempat yang lebih aman.

Banjir bandang telah mengakibatkan kerusakan besar harta dan prasarana, serta gangguan pada kegiatan utama seperti pertanian dan pendidikan. Beberapa bagian negeri itu terutama wilayah Pantai dan Kenya Barat terdampak banjir setelah hujan lebat meningkat di seluruh negeri.

Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC) telah memohon bantuan masyarakat internasional. Kedua lembaga mengajukan permohonan bantuan senilai lebih dari 3,78 juta dolar AS guna menyokong KRCS untuk meningkatkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Sekretaris Jenderal KRCS, Abbas Gullet, pekan lalu mengatakan permohonan bantuan darurat tersebut akan memungkinkan lembaga kemanusiaan mengirim bantuan kepada lebih dari 52.000 orang yang terdampak banjir besar dan tanah longsor di seluruh negara Afrika Timur itu. "Prioritas utama Palang Merah ialah untuk melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan darurat, sebab banyak masyarakat telah terkucil oleh banjir tanpa tempat berteduh, makanan atau air minum yang aman," kata Gullet dalam pernyataan yang dirilis pada 25 April 2013, sebagaimana dikutip Xinhua.

Dana bantuan darurat akan dipakai untuk menyediakan makanan dan kebutuhan pokok lain, serta perawatan kesehatan darurat yang difokuskan pada upaya pencegahan penyakit, sanitasi, dan ketersediaan air bersih. Relawan dari KRCS segera dikerahkan ke daerah yang terdampak bencana ini, untu membantu pencarian dan pertolongan, mengungsikan warga desa, serta membagikan bantuan.

KRCS juga menyatakan banyak daerah yang berada di dekat sungai utama telah disiagakan, warganya pun disarankan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Air sungai diperkirakan akan meluap, beberapa tanggul sudah jebol.

Sebagian besar daerah yang terdampak hujan lebat berada di Kenya Barat, Pantai, dan beberapa bagian Lembah Rift. Hujan di kawasan ini telah menghanyutkan jembatan dan membuat jalan raya utama tak bisa dilintasi. Kondisi ini mempersulit upaya menjangkau ribuan orang yang terpaksa mengungsi karena banjir ini.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X