Kompas.com - 03/05/2013, 18:33 WIB
EditorErvan Hardoko

KARACHI, KOMPAS.com - Pembunuhan politisi di Pakistan jelang pemilihan umum 11 Mei belum berakhir. Pada Jumat (3/5/2013), seorang politisi yang mencalonkan diri untuk parlemen nasional dan putranya yang berusia tiga tahun tewas ditembak di Karachi.

Ini adalah kali pertama seorang kandidat anggota parlemen nasional menjadi korban pembunuhan terkait pemilu.

Saddiq Zaman Khattak adalah kandidat dari Partai Nasional Awami (ANP), partai sekular terbesar berbasis etnis Pashtun Pakistan. Seorang pemimpin ANP mengatakan sebelum dibunuh, Saddiq memang menerima ancaman.

"Dia baru saja pulang dari shalat Jumat di masjid dengan putranya yang berusia tiga tahun. Saat itulah orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor menembaknya. Keduanya tewas di tempat," kata juru bicara kepolisian Karachi, Imran Shaukat.

Sejauh ini belum ada satu kelompokpun yang menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Namun, kelompok Taliban secara terang-terangan mengungkapkan ancaman terhadap ANP dan dua partai politik sekuler lainnya.

Taliban juga menilai pemilu yang akan digelar di Pakistan itu tidak sesuai dengan Islam.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.