Kompas.com - 03/05/2013, 15:48 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Jaksa penuntut untuk kasus dugaan pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto yang melibatkan mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf tewas ditembak oleh orang tak dikenal. Insiden berdarah itu, tulis AP pada Jumat (3/5/2013), terjadi di Islamabad.

Data pihak kepolisian menunjukkan, jaksa tersebut bernama Chaudhry Zulfikar. Untuk kasus dugaan itu, dirinya menjadi jaksa ketua.

Polisi mengatakan, Zulfikar dalam perjalanan ke pengadilan untuk mendengarkan serial dakwaan terhadap Musharraf. Saat itulah, saat mengendarai mobilnya, dia diserang kelompok bersenjata menggunakan sepeda motor. Sebelum tewas, Zulfikar terluka parah di bagian muka dan tubuhnya.

Kepada media lokal, putra Zulfikar mengatakan bahwa ayahnya beberapa waktu silam mendapatkan ancaman telepon. Pengancam mengaku berasal dari organisasi ekstremis terlarang.

Awal minggu lalu, pengadilan Pakistan melarang Musharraf untuk menjalankan kantor publik sepanjang hidupnya. Musharraf kembali ke Pakistan bulan lalu setelah empat tahun mengasingkan diri di luar negeri.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.