Assad Semakin Percaya Diri

Kompas.com - 03/05/2013, 03:04 WIB
Editor

Damaskus, Kamis - Presiden Suriah Bashar al-Assad dan para sekutunya semakin percaya diri. Rezim ini yakin momentum kemenangan perang saudara akan berada di pihak mereka. Harapan itu ditunjang oleh keengganan dunia terlibat dalam konflik dan rongrongan Al Qaeda di pihak oposisi.

Seperti diberitakan Associated Press, Kamis (2/5), rezim Assad masih tetap kuat melakukan penyerangan. Entah di medan tempur atau dalam penggambaran tentang konflik sebagai pilihan antara Assad dan ekstremis.

Beberapa faktor tampak menguatkan Assad sehingga bisa melewati badai dengan tangguh. Hal itu misalnya meski pemberontakan sudah berjalan lebih dari dua tahun melawan rezimnya, mereka tetap kokoh mencengkeram Damaskus. Aksi pembelotan di kalangan militer juga sudah berkurang. Dua pendukung kunci di panggung internasional, yakni Rusia dan China, tetap solid.

Selain itu, rezim Assad juga mendapat manfaat positif dari penyebaran berita audio bulan lalu oleh pemimpin kelompok ekstremis, Jabhat al-Nusra. Salah satu kelompok ekstremis paling kuat dan efektif di Suriah itu menyatakan setia kepada pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri.

AS juga telah mengidentifikasi Jabhat al-Nusra sebagai grup teroris yang terlibat memerangi Assad. Kehadiran ekstremis mengacaukan konsentrasi dan strategi perang oposisi melawan Assad. Pada sisi ini, rezim diuntungkan karena sebagian warga Suriah yakin klaim Assad sedang memerangi teroris itu benar.

Keberhasilan perang

Semua faktor itu membangkitkan lagi rasa percaya diri baru bagi Assad dan para pengikutnya. Momentum keberhasilan perang itu akan beralih ke tangan mereka. Assad semakin yakin, situasi di Suriah sudah jauh lebih baik dari dua tahun sebelumnya.

Pada Rabu (1/5), Assad tampil tersenyum di televisi ketika mengunjungi pembangkit listrik di Damaskus. Dia merasa tetap aman meski ibu kota dihantam bom. Dua hari sebelumnya, bom mengincar konvoi Perdana Menteri Wael al-Halki.

TV Suriah menampilkan sosok Assad yang percaya diri. Dengan mengenakan setelan safari gelap, Assad mengobrol dengan para pekerja pada May Day. ”Mereka ingin menakut-nakuti kita, kita takkan takut. Mereka ingin kita hidup di bawah tanah, kita takkan hidup di bawah tanah,” kata Assad.

”Saya bisa mengatakan, tanpa berlebihan, situasi di Suriah sekarang jauh lebih baik daripada kondisi di awal krisis,” kata Assad dalam wawancara dengan penyiar Al-Ikhbariya, 17 April lalu.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.