Kompas.com - 02/05/2013, 22:37 WIB
EditorErvan Hardoko

RAMALLAH, KOMPAS.com - Pengadilan banding militer Israel, Kamis (2/5/2013), memerintahkan pembebasan dua warga Palestina yang ditahan tanpa pengadilan sejak November tahun lalu. Kedua tahanan ini juga telah melakukan mogok makan selama tiga bulan.

Juru bicara Klub Tahanan Palestina Sarahna Amani mengatakan, kedua orang yang dibebaskan itu adalah Jaafar Ezzedine dan Tariq Qaadan. Mereka akan menghirup udara bebas pada 8 Mei nanti.

Kedua orang itu mengakhiri aksi mogok makan selama tiga bulan pada Februari lalu setelah dijanjikan pengadilan akan digelar untuk mengusut kasus mereka.

Di bawah apa yang disebut Israel sebagai "penahanan administrasi" seorang tersangka bisa ditahan tanpa pengadilan atas perintah pengadilan militer. Perintah penahanan dapat diperbarui setiap enam bulan.

Situs berita Israel NRG mengutip kuasa hukum Ezzedine dan Qaadan yang mengatakan masa penahanan enam bulan kedua kliennya akan habis pada 22 Mei.

Namun kedua orang itu merasa khawatir masa penahanan itu akan diperpanjang, sehingga kedua kliennya itu kemudian melakukan aksi mogok makan.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.