Kompas.com - 02/05/2013, 19:05 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebagian besar warga Amerika Serikat tak ingin negerinya terlibat dalam perang saudara Suriah, meski pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia. Demikian hasil jajak pendapat yang digelar Reuters/Ipsos pada Rabu (1/5/2013).

Hasil jajak pendapat ini menjadi pesang yang sangat jelas bagi Gedung Putih untuk mempertimbangkan kembali langkah dalam menghadapi krisis politik Suriah yang semakin memburuk.

Hanya 10 persen responden yang disurvei melalui jajak pendapat di internet setuju jika Amerika Serikat terlibat dalam konflik bersenjata Suriah. Sedangkan 61 persen responden menolak keterlibatan AS di Suriah.

Namun, jumlah warga yang menyetujui intervensi meningkat hingga 27 persen jika terkait dengan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al-Assad. Sedangkan 44 persen tetap menolak intervensi AS.

"Setelah Afganistan dan Irak, maka warga AS sudah tak berselera lagi dengan intervensi militer," kata peneliti Ipsos, Julia Clark.

Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama menyatakan akan mempertimbangkan kembali opsi intervensi militer, jika rezim Presiden Bashar al-Assad terbukti menggunakan senjata kimia untuk menghadapi pasukan pemberontak.

Jajak pendapat ini melibatkan 519 responden berusia 18 tahun ke atas dan digelar pada 26 April hingga 1 Mei 2013.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X