Kompas.com - 02/05/2013, 10:43 WIB
EditorEgidius Patnistik

SEOUL, KOMPAS.com  Korea Utara (Korut) menghukum seorang warga AS dengan 15 tahun kerja paksa karena "sejumlah tindakan permusuhan" terhadap rezim komunis itu. Demikian kata kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (2/5/2013). Pae Jun-Ho, yang dikenal di AS sebagai Kenneth Bae, ditangkap November tahun lalu saat memasuki kota pelabuhan Rason di timur laut negara itu.

"Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 15 tahun kerja paksa untuk kejahatan itu," kata KCNA.

Pyongyang tidak secara spesifik membeberkan kejahatan apa yang diduga telah dilakukan Bae, yang diyakini merupakan seorang operator tur Amerika keturunan Korea.

KCNA mengatakan pada Sabtu ketika mengumumkan sidang pengadilannya bahwa Bae "mengakui ia melakukan kejahatan yang bertujuan untuk menggulingkan  Democratic People’s Republic of Korea atau Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK)".

AS telah mendesak Korut untuk membebaskan tahanan itu demi "alasan kemanusiaan". "Keselamatan warga AS merupakan prioritas penting dan utama bagi departemen ini. Kami menyerukan kepada DPRK untuk segera membebaskan Kenneth Bae demi alasan kemanusiaan," kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Patrick Ventrell, Senin.

Aktivis yang berbasis di Seoul, Do Hee-Yoon, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia menduga Pae ditangkap karena telah mengambil sejumlah foto anak-anak yang kurus kering di Korut sebagai bagian dari upaya untuk menarik lebih banyak bantuan dari luar.

Para pejabat AS telah menegaskan bahwa Bae memasuki negara itu dengan visa yang sah dan mengakui kekhawatiran bahwa Bae bisa saja digunakan sebagai kartu "bargaining politik". Ketegangan sedang berlangsung tinggi antara AS dan Korut sejak Pyongyang melakukan uji coba nuklir ketiga pada Februari lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa warga AS telah ditahan di Korut dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2011, delegasi AS yang dipimpin Robert King, utusan khusus AS untuk hak asasi manusia dan isu-isu kemanusiaan, membebaskan Eddie Jun Yong-Su, seorang pengusaha yang berbasis di California, yang telah ditahan karena kegiatan misionaris. Tahun 2010, mantan Presiden AS, Jimmy Carter, mendapat sanjungan ketika ia menegosiasikan pembebasan warga Amerika, Ayalon Mahli Gomes, yang dihukum delapan tahun kerja paksa karena menyeberang secara ilegal ke Korea Utara dari China.

Sebuah misi lain tahun sebelumnya, yaitu tahun 2009, mantan Presiden Bill Clinton berhasil membebaskan jurnalis televisi AS, Laura Ling dan Euna Lee, yang dipenjarakan setelah menyeberangi perbatasan Korut dari China.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.