Kompas.com - 01/05/2013, 15:34 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Kebakaran besar yang meruntuhkan pabrik garmen di Banglades sekaligus menewaskan sedikitnya 390 orang pekerjanya berbuntut panjang. Pasalnya, Uni Eropa (UE) bakal berhitung dengan Banglades soal hubungan dagang antara kedua belah pihak.

Catatan AP pada Rabu (1/5/2013), Banglades adalah mitra dagang terbesar UE, khususnya untuk tekstil dan produk tekstil (TPT). Kemitraan itu membuat Banglades menikmati keuntungan seperti bebas bea masuk, bebas kuota ke pasar UE berdasarkan skema Everything but Arms  (apa pun kecuali senjata). Seluruh pengecualian itu diatur dalam GSP atau Generalized System Preference. "UE akan mempertimbangkan kembali GSP dengan Banglades,"kata Perwakilan Kebijakan Luar Negeri UE Catherine Ashton dan Komisioner Perdagangan UE Karel de Gucht di Brussels, Belgia.

Pabrik garmen itu memproduksi TPT untuk pasokan bagi pengecer di Eropa dan Kanada. Penyelidikan terkini menunjukkan kalau bangunan tersebut dibangun ilegal.

Lebih lanjut, kedua petinggi UE itu mengatakan perhitungan kembali GSP adalah kebijakan UE untuk mendorong manajemen pabrik tetap bertanggung jawab terhadap rantai pasokan TPT yang melibatkan negara-negara berkembang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.