Kompas.com - 01/05/2013, 09:18 WIB
EditorEgidius Patnistik

BOSTON, KOMPAS.com  Pihak berwenang AS sedang menyelidiki kegiatan istri tersangka pelaku bom Maraton Boston yang telah tewas, terutama pada hari-hari sebelum dan setelah serangan pada 15 April lalu.

Mereka tengah meneliti berbagai kemungkinan, termasuk bahwa ia bisa saja dengan sengaja atau tidak sengaja menghancurkan barang bukti, membantu para pengebom itu menghindari penangkapan, atau bahkan berperan dalam perencanaan serangan tersebut. Demikian kata dua pejabat penegak hukum senior.

New York Times, Selasa (30/4/2013), melaporkan, sebagai bagian dari penyelidikan, para agen FBI sedang berusaha untuk menentukan apakah DNA perempuan yang ditemukan di sebuah potongan panci presto yang digunakan sebagai perangkat bom dalam serangan itu berasal dari Katherine Russell, istri Tamerlan Tsarnaev, atau bukan. Salah seorang dari pejabat itu, lapor media tersebut, mengatakan, sebuah sidik jari juga ditemukan pada sebuah fragmen bom. Para penyelidik telah mencoba untuk mengumpulkan DNA dan sampel sidik jari dari sejumlah orang, tentu saja selain Russel. Sampel DNA dan sidik jari itu kini diteliti pihak berwenang.

Pihak berwenang federal mengambil sampel DNA Russell hari Senin di Rhode Island, di mana ia kini tinggal bersama orangtuanya. Demikian kata para pejabat tersebut.

Pengacara Russel, Amato DeLuca, tidak tersedia untuk berkomentar. Namun, ia mengatakan bahwa Russell terkejut ketika mengetahui bahwa suami dan saudara iparnya diduga terlibat dalam serangan itu dan bahwa Russel "sedang melakukan semua yang dia bisa untuk membantu investigasi" para petugas federal.

Fokus penyelidikan pada Russell merupakan bagian dari upaya lebih luas FBI dalam menentukan siapa lagi yang mungkin memainkan peran dalam membantu para pengebom itu. Sejauh ini, pihak berwenang tidak percaya dua pengebom kakak beradik itu terkait dengan jaringan teroris atau punya kaki tangan. Penyidik juga masih skeptis bahwa orang lain sama sekali tidak tahu rencana mereka atau tidak membantu mereka menghancurkan barang bukti.

Russell (24 tahun) dibesarkan di North Kingston, Rhode Island. Ia merupakan putri seorang dokter. Pengacaranya mengatakan bahwa dia bertemu Tsarnaev ketika ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Suffolk. Dia menjadi pemeluk Islam dan menikahi Tsarnaev dalam sebuah upacara Islam di sebuah masjid di Boston pada Juni 2010.

DeLuca mengatakan Russell tidak bisa berbahasa Rusia. Jadi, perempuan itu tidak bisa selalu mengerti apa yang dibicarakan suaminya.

Senin lalu, pengacara lain ditambahkan ke tim pembela tersangka pengebom yang masih hidup, Dzhokhar Tsarnaev (19 tahun). Judy Clarke, salah satu ahli terkemuka AS dalam kasus hukuman mati, ikut membela Dzhokhar. Klien Clarke di masa lalu, antara lain, Susan Smith, yang dihukum karena menenggelam dua anaknya, Theodore Kaczynski, yang dijuluki "The Unabomber", dan Jared Loughner, yang menewaskan enam orang pada acara yang digelar oleh Gabrielle Giffords di Arizona. Semua mereka itu lolos dari hukuman mati dan menerima hukuman seumur hidup sebagai gantinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.