Kompas.com - 30/04/2013, 16:52 WIB
EditorErvan Hardoko

RAMALLAH, KOMPAS.com — Seorang pemukim Israel tewas akibat ditikam seorang warga Palestina di sebuah halte bus di Tapuah, dekat Nablus, Tepi Barat, Selasa (30/4/2013).

"Tersangka warga Palestina menikam seorang warga Israel yang sedang duduk di halte bus. Korban tewas di tempat kejadian," kata juru bicara kepolisian, Luba Samri.

Polisi perbatasan Israel yang dikerahkan ke lokasi kejadian, tambah Samri, sempat terlibat baku tembak dengan tersangka.

"Tersangka mengambil senjata korban dan menembak ke arah polisi yang ada di kawasan itu. Polisi kemudian membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan tersangka," papar Samri.

Polisi menambahkan, korban tewas adalah Eviatar Borovsky berusia 30-an dan tinggal di permukiman Yahudi garis keras, Yitzhar, yang tak jauh dari lokasi penikaman.

Angkatan Darat Israel membenarkan kejadian itu dan menambahkan tersangka yang terluka kini berada di sebuah rumah sakit Israel.

Sumber-sumber dari aparat keamanan Palestina mengidentifikasi tersangka sebagai Salam Mohammed al-Zaghal (23) yang berasal dari kota Tulkarem di wilayah utara Tepi Barat. Dia baru saja dibebaskan setelah menjalani hukuman selama tiga tahun di penjara Israel.

Setelah insiden ini, para pemukim Israel menyerang mobil-mobil milik warga Palestina di kawasan itu dengan cara melemparinya dengan batu.

Warga Israel juga melemparkan batu ke arah sebuah bus sekolah yang melintas menyebabkan sejumlah penumpangnya mengalami luka ringan.

Akibat kerusuhan ini, kepolisian Israel harus menutup jalan utama yang menuju kota Nablus.

Juru bicara militer Israel untuk Tepi Barat, Kapten Barak Raz, mengatakan, ini adalah insiden mematikan pertama selama 18 bulan terakhir.

"Setelah satu tahun setengah penuh ketenangan, kini muncul insiden mematikan ini," kata Raz sambil menambahkan penyerangan memang sering terjadi di kawasan Tapuah.

Kali terakhir warga Israel tewas di Tepi Barat adalah pada September 2011. Saat itu, sejumlah warga Palestina melempari sebuah mobil warga Israel dengan batu. Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali dan menabrak. Insiden itu menewaskan si pengemudi dan anaknya yang masih bayi.

Enam bulan sebelum insiden itu, pasangan Israel dan tiga anak-anak ditusuk hingga tewas di permukiman Itamat, tak jauh dari Tapuah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.