Kompas.com - 30/04/2013, 15:16 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Amerika Serikat dan Korea Selatan mengakhiri latihan militer bersama yang berlangsung di tengah-tengah ketegangan di Semenanjung Korea, Selasa (30/4/2013).

Pemerintah Korea Utara memprotes latihan bersama tahunan dengan nama sandi Foal Eagle atau Anak Elang yang digelar selama dua minggu dan dimulai tak lama setelah Korut melakukan uji coba nuklir ketiga.

Foal Eagle melibatkan sekitar 10.000 tentara AS dan Korsel, baik itu pasukan darat udara, laut, maupun pasukan khusus.

"Latihan selesai, tetapi militer Korsel dan AS akan terus mengamati potensi provokasi oleh Korut, termasuk peluncuran rudal," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok, kepada wartawan.

"Kami mempertimbangkan latihan memberikan hasil yang besar. Latihan juga dipimpin oleh militer Korsel, jadi merupakan peluang yang baik untuk mengkaji kemampuan tentara Korsel."

Selama latihan, yang dibayang-bayangi ancaman dari Pyongyang, AS menerbangkan dua pesawat pengebom B-2 dan B-52 di atas udara Korsel, yang memicu kemarahan lebih lanjut dari Korut.

Dianggap persiapan serangan

Pemerintahan Pyongyang pada pertengahan April menyatakan siap untuk berunding bila sanksi PBB dicabut dan latihan militer gabungan AS-Korsel dihentikan.

Hari Senin (29/4/2013), koran Korut, Rodong Sinmun, menggambarkan latihan militer bersama AS-Korsel itu sebagai "persiapan serangan" yang mengarahkan situasi di Semenanjung Korea ke perang nuklir.

Pihak militer AS dan Korsel menegaskan latihan tahunan itu dirancang untuk meningkatkan kesiapan aliansi dalam mempertahankan Republik Korea.

Sementara itu, tujuh pekerja Korsel masih tetap berada di kawasan industri bersama Kaesong di Korut. Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan ketujuh pekerja masih merundingkan gaji yang belum dibayar, pajak perusahaan, dan biaya komunikasi dengan pihak Utara.

"Seluruh proses tidak akan memerlukan waktu yang lama, tetapi ketujuh orang itu kemungkinan tidak akan pulang dalam satu hari," tutur seorang pejabat yang tidak dikutip namanya.

Kawasan industri bersama Kaesong dibangun tahun 2003 untuk meningkatkan hubungan antara kedua Korea dan baru kali ini Korsel menarik seluruh pekerjanya dari sana. Terdapat 123 perusahaan Korsel di kawasan itu dengan 53.000 pekerja warga Korut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.