Kompas.com - 30/04/2013, 11:27 WIB
EditorEgidius Patnistik

JERUSALEM, KOMPAS.com — Seorang pengacara yang mewakili sebuah biara di sebuah kota Kristen di Palestina di dekat Bethlehem mengatakan, dia akan mengajukan banding atas putusan pengadilan Israel yang mengizinkan pembangunan tembok pemisah Israel melewati properti-properti yang dimiliki Vatikan dan warga Palestina.

Pengacara Manal Abu Hazzan Sinni, Senin (29/4/2013), mengatakan, rute penghalang itu akan memisahkan komunitas susteran Beit Jala dari sebuah biara, yang akan menyebabkankan lahan susteran itu berada di dalam pagar pembatas Israel.

Putusan pengadilan distrik Israel minggu lalu menolak rute alternatif untuk pembatas itu, dengan mengutip alasan-alasan keamanan. Keputusan itu muncul setelah pertempuran di pengadilan selama tujuh tahun.

Israel telah mendirikan penghalang di Tepi Barat sejak tahun 2002 untuk mencegah para penyerang Palestina. Orang-orang Palestina menyebut penghalang itu sebagai sebuah perebutan tanah karena banyak dari pagar pembatas itu dibangun di wilayah Tepi Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.