Kompas.com - 30/04/2013, 09:20 WIB
EditorEgidius Patnistik

NAGPUR, KOMPAS.com  Seorang gadis cilik usia empat tahun yang diperkosa dan dicekik di India telah meninggal di sebuah rumah sakit di negara itu. Korban meninggal Senin (29/4/2013) di sebuah fasilitas perawatan di Nagpur, di mana dia dilarikan setelah ditemukan tak sadarkan diri dan mengalami pendarahan hebat di dekat sebuah krematorium di desanya pekan lalu. Demikian lapor NDTV yang berbasis di India. Gadis itu dilaporkan diperkosa, dicekik, dan dibiarkan mati di Ghansaur pada 17 April.

Sebuah tim yang terdiri dari enam dokter berusaha menyelamat nyawa bocah itu, yang menderita trauma otak parah dan dalam kondisi koma. Demikian lapor NDTV. Pekan lalu, kondisinya memburuk.

Senin kemarin sekitar pukul 19.50 waktu setempat, ia meninggal akibat luka-lukanya.

"Kami telah memberi tahu pemerintah tentang kematian gadis itu," kata seorang juru bicara rumah sakit itu kepada Hindustan Times. "Jenazahnya dikirim ke fakultas kedokteran dan rumah sakit yang dikelola pemerintah untuk keperluan visum."

The Press Trust of India, yang mengidentifikasi gadis itu berusia 5 tahun, melaporkan bahwa korban meninggal karena serangan jantung. Jenazahnya dikirim ke Government Medical College untuk divisum.

Tanggal 23 April, seorang pekerja di sebuah pembangkit listrik bernama Firoz Khan (35) ditangkap. Demikian lapor Times of India. Pria itu diduga memerkosa gadis itu dan kemudian melarikan diri ke Bihar. Polisi mampu melacaknya dengan menggunakan sinyal telepon seluler dan dengan bantuan penduduk setempat.

Seperti yang dilaporkan The Hindu, Khan diduga telah dibantu oleh Rakesh Choudhary. Choudhary, yang ditangkap sebelum Khan, dikatakan telah memikat anak kecil itu dari rumahnya dan membawanya ke si tersangka utama. Polisi yakin bahwa Choudhary mampu melakukannya tanpa banyak usaha karena pria itu akrab dengan keluarga gadis tersebut.

Keluarga gadis itu memupuk harapan bahwa anak kecil itu akan pulih. "Putri saya belum membuka matanya sejak empat hari terakhir," kata ibu korban kepada The Hindu sebelum kematian putrinya itu. "Saya ingin melihat dia membuka matanya."

Berita tragis itu muncul saat dunia masih terguncang dengan laporan perkosaan dan penyiksaan terhadap seorang gadis usia lima tahun di New Delhi. Dua tersangka telah ditangkap sehubungan dengan kejahatan di New Delhi tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X