Kompas.com - 29/04/2013, 08:23 WIB
EditorRobert Adhi Ksp

BEIJING, KOMPAS.com  - Lima lagi kasus flu unggas H7N9 dikonfirmasi pada Minggu (28/4/2013) di empat provinsi China, demikian laporan Dinas Kesehatan setempat. Kasus yang paling akhir dikonfirmasi tersebut berasal dari Provinsi Shandong, Jiangxi dan Zhejiang di China Timur, serta Provinsi Fujian di China Tenggara.

Seorang pria yang berusia 38 tahun dan bermarga Xu diperiksa positif terinfeksi flu unggas tersebut di Ibu Kota Zhejiang, Hangzhou, kata Departemen Kesehatan provinsi itu.
Ia memperlihatkan gejala flu pada 18 April dan sekarang dirawat di First Affiliated Hospital di Zhejiang University.

Enam dari 46 kasus yang dilaporkan di provinsi tersebut telah berakhir dengan kematian, sementara sembilan orang telah diperkenankan pulang dari rumah sakit setelah sembuh total.

"Sedikit dari pasien yang baru dikonfirmasi berada dalam kondisi kritis," kata Li Lanjuang, yang bertugas mengobati pasien H7N9 di First Affiliated Hospital, Zhejiang University.

Wanita petugas medis tersebut mengatakan wabah itu diperkirakan bisa dikendalikan di Zhejiang karena ditutupnya pasar unggas hidup dan temperatur yang meningkat.

Seorang pria yang berumur 80 tahun dan bermarga Xiong serta perempuan (31) yang bermarga Xu di Provinsi Jiangxi juga diperiksa positif terinfeksi flu unggas H7N9 pada Ahad, kata Departemen Kesehatan provinsi sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Dari ke-19 orang yang telah mengadakan kontak erat dengan kedua pasien itu, sejauh ini tak seorang pun memperlihatkan gejala tidak normal.

Pada Minggu sore, Dinas Kesehatan mengkonfirmasi kasus flu unggas H7N9 di Fujian, sehingga menandai kasus kedua di provinsi pantai itu. Pasien tersebut, seorang lelaki yang berusia 80 tahun dan bermarga You, adalah sorang petani dari Kotapraja yangxia di Fuqing, kota setingkat kabupaten di Ibu Kota Fujian, Fuzhou.

You berada dalam kondisi kritis, demikian isi satu pernyataan dari Departemen Kesehatan Masyarakat provinsi tersebut. Pria itu terserang batuk dan demam sebelum berobat ke satu rumah sakit lokal pada Sabtu (27/4).

Tak seorang pun dari ke-33 orang yang telah mengadakan kontak dengan You memperlihatkan gejala tidak normal sejauh ini.

Para ahli di Shandong mengkonfirmasi satu kasus flu ungga H7N9 di Kota Zaozhuang pada Minggu. Pasien tersebut, anak lelaki yang berumur empat tahun dan bermarga Zhang, terserang demam pada Sabtu.

Anak lelaki itu adalah putra dari pasien pertama H7N9 di Shandong. Namun penyelidikan awal tak memperlihatkan bukti penularan dari manusia ke manusia, kata satu pernyataan dari Departemen Kesehatan masyarakat provinsi tersebut. Menurut pernyataan itu, anak lelaki tersebut berada dalam kondisi stabil.

Xi Jianguo, peneliti di Pusat bagi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di China, Ahad, mengatakan peluang wabah besar H7N9 kecil, meskipun situasi itu tak boleh dianggap sepele dan pemantauan mesti ditingkatkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.