Kompas.com - 26/04/2013, 17:36 WIB
EditorErvan Hardoko

BALTIMORE, KOMPAS.com — Sungguh hebat narapidana bernama Tavon "Bulldog" White ini. Bagaimana tidak, selama menjalani hukumannya, Tavon White menghamili empat orang sipir dan menggunakan beberapa sipir lainnya untuk membantu menjalankan bisnis penyelundupan narkoba.

Pemerintah Federal AS mengatakan, Tavon telah benar-benar mengendalikan penjara Baltimore sejak dia dikirim ke sana karena terbukti melakukan percobaan pembunuhan pada 2009.

"Ini penjaraku... Aku yang memutuskan semua di penjara ini," kata White dalam sebuah pembicaraan telepon yang berhasil disadap aparat hukum.

Dokumen pengadilan menyebut White adalah pemimpin geng narapidana bernama The Black Guerrilla Family. Geng ini bekerja sama dengan para sipir korup untuk menyelundupkan ganja, obat-obatan, telepon genggam, dan barang-barang selundupan lainnya ke dalam penjara.

Kelompok ini juga melakukan hubungan seksual dengan para sipir perempuan. Hasilnya, White menghamili empat sipir —salah seorang bahkan dua kali hamil— dan menjadi bapak dari lima orang anak.

Sistem di penjara ini sudah begitu buruk, bahkan seorang sipir akan berjaga saat sipir lain sedang berhubungan badan dengan seorang narapidana.

Semua kegiatan White di penjara itu terungkap saat dia dihadirkan di Pengadilan Baltimore untuk menghadapi tuduhan penyelundupan narkotika dan tuduhan tindak kriminal lainnya.

Sejauh ini, 13 orang sipir perempuan, tujuh narapidana, dan lima orang lainnya sudah didakwa melakukan konspirasi, kepemilikan obat bius, serta pencucian uang.

Berdasarkan dokumen pengadilan, White memberi hadiah-hadiah mahal seperti mobil mewah dan bahkan cincin berlian untuk semua sipir perempuan yang dikencaninya.

Dua orang sipir perempuan bahkan merajah nama Tavon di tubuh mereka. Menurut jadwal, pengadilan akan memutuskan kasus ini bulan depan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.