Menyamar Pakai Cadar, Perempuan AS Bebaskan Anaknya dari Mesir

Kompas.com - 26/04/2013, 13:58 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Seorang ibu asal AS mengenakan burkak atau cadar lalu terbang ke Mesir demi mengambil kembali putranya yang diculik ayahnya. Perempuan bernama Kalli Atteya dari Pennsylvania itu mengenakan pakaian tradisional Muslim tersebut hanya sebagai kedok agar dia bisa menunggu saat yang tempat untuk "menculik" Khalil Mohamed 'Niko' Atteya (12 tahun), saat bocah itu turun dari bus sekolah di kota Alexandria.

Pada saat yang telah dinanti-nanti itu, Kalli meraih lengan putranya kemudian membawa dia ke sebuah kereta bermotor yang telah menunggu. "Ayo masuk," katanya kepada putranya. Bocah itu mengenal ibunya lewat bola mata birunya yang mengintip dari celah burkak. Tanpa berkata sepatah kata, ia melakukan seperti yang diperintahkan.

MailOnline, Kamis (25/4), melaporkan, mereka kemudian dibawa ke sebuah rumah perlindungan, tempat mereka menunggu selama tiga minggu sebelum pulang ke AS. Mereka tidak segera pulang karena takut, ayah Niko, Mohamed Atteya, yang dicari pihak berwenang Amerika, akan menemukan mereka.

Penyelamatan yang berani tersebut, menurut MailOnline, mengakhiri penderitaan 20 bulan Niko. Anak itu, katanya, dipaksa mengikuti keyakinan ayahnya padahal si anak tidak mau.

Kalli menghabiskan dana sekitar 100.000 dollar AS untuk bisa membawa pulang putranya.

Kisah tersebut bermula pada tahun 1999 ketika Kalli menikahi Atteya dan mereka lalu menetap di Chambersburg, Pennsylvania. Mereka bercerai tahun 2005 karena Kalli mengklaim bahwa suaminya berselingkuh. Kesalahan fatal Kalli terjadi pada Agustus 2011 ketika dia setuju untuk menemui mantan suaminya itu di Mesir yang menyatakan bahwa ibunya sedang sekarat.

Saat mereka sedang berkendara, sang mantan suami tiba-tiba mengatakan bahwa mobil yang mereka tumpangi bermasalah. Ia pun memaksa Kalli dan adiknya keluar dari mobil. Begitu mereka keluar, Atteya malah melesat dan meninggalkan mereka di jalanan sepi di luar Kairo.

Kalli (45 tahun) tidak mau menyerah. Ia lalu menyewa sebuah perusahaan Norwegia untuk melacak mantan suaminya, mencari pemandu lokal. Dia mengatakan kepada Fox News, "Saya mengikutinya. Saya benar-benar berada dekat dengannya dalam beberapa kesempatan yang berbeda. (Atteya) tidak mengenali saya, tetapi anak saya tahu. Ketika kali pertama melihat saya, ia sangat terkejut."

Secara total, Kalli melakukan beberapa perjalanan ke Mesir. Setelah diinformasikan oleh seorang warga lokal, akhirnya ia beraksi dan menyelamatkan anaknya, yang kini kembali ke Pennsylvania bersama dia. Menurut Kalli, berdasarkan pengakuan anaknya, penculikan itu bermotif untuk membuat sang anak mengikuti keyakinan bapaknya.

"Dia mengatakan bahwa kami tidak punya moralitas dan nilai-nilai yang ada di sistem mereka. Dia mengatakan bahwa orang-orang Amerika begitu keras. Dia mengatakan kita adalah masyarakat yang sedang menuju kehancuran."

Atteya, 38 tahun, yang bisa berbahasa Arab, Inggris, dan China, dicari Badan Keamanan Biro Diplomatik Departemen Luar Negeri AS karena menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan paspor. Jeffrey Evans, pengacara yang melobi untuk bisa mengajukan tuntutan terhadap Atteya, mengatakan, "Jika ada bukti tentang kekuatan cinta seorang ibu, ia (Kalli) telah mewujudkan itu. Dia bertahan melewati serangkaian kesempatan yang sangat sulit. Dia menunjukkan kegigihan yang tidak dimiliki banyak orang. Dia benar-benar istimewa."



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X