Kompas.com - 25/04/2013, 16:42 WIB
EditorErvan Hardoko

KABUL, KOMPAS.com — Organisasi pembela HAM, Human Right Watch (HRW), Kamis (25/4/2013), menyerukan agar Pemerintah Afganistan menyediakan toilet dan kamar ganti terpisah di kantor-kantor polisi untuk para polisi wanita.

HRW mengatakan, polisi wanita Afganistan kerap menghadapi pelecehan dan serangan fisik di tempat kerja mereka. HRW menambahkan, para polisi wanita Afganistan tak memiliki akses toilet yang aman dan nyaman. Sejauh ini, seruan untuk toilet terpisah hingga kini belum dipenuhi.

"Pemerintah Afganistan harus mengambil langkah untuk memastikan bahwa polisi wanita di negeri ini memiliki fasilitas kamar mandi yang terpisah, nyaman , dan bisa dikunci di kantor-kantor polisi," demikian pernyataan HRW.

HRW menyatakan, sebanyak 1.500 personel polisi wanita Afganistan menghadapi pelecehan seksual oleh kolega prianya di lokasi kerja. Organisasi ini mengutip sejumlah kasus pemerkosaan polisi wanita oleh rekan kerjanya yang dimuat media massa.

HRW menegaskan, kondisi itu diperparah dengan buruknya keamanan toilet yang biasa digunakan para polisi wanita Afganistan.

"Ini bukan sekadar masalah toilet. Ini soal pengakuan pemerintah bahwa perempuan memiliki peran penting dalam penegakan hukum di Afganistan," kata Direktur Asia HRW, Brad Adams.

Afganistan kini memiliki 160.000 personel polisi yang didanai dan dilatih sekutu-sekutu Barat negeri itu. Dari jumlah tersebut, polisi wanita berjumlah sekitar 1.500 personel. Pemerintah Afganistan berencana akan menambah hingga lima kali lipat jumlah personel polisi wanita.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.