Kompas.com - 23/04/2013, 03:53 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BOSTON, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat mengenakan dua tuduhan kepada tersangka pelaku peledakan di Maraton Boston, Dzhokhar Tsarnaev. Bila tuduhan itu terbukti di pengadilan, Dzhokhar terancam hukuman mati.

Berdasarkan siaran pers dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat, tuduhan pertama yang dikenakan kepada Dzhokhar (19) adalah berkonspirasi menggunakan senjata pemusnah massal yang mengakibatkan kematian. Sementara dakwaan kedua adalah aksi merusak properti dengan menggunakan bahan peledak yang mengakibatkan kematian.

Kondisi terakhir Dzhokhar untuk pertama kalinya bertemu dengan hakim Marianne B Bowler, di Rumah Sakit Beth Deacones Israel di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Senin (22/4/2013). Seorang pengacara negara telah ditunjuk untuk mendampingi Dzhokhar di pengadilan sipil yang harus dihadapinya. Sidang perdana kemungkinan akan digelar pada 30 Mei 2013 di Pengadilan Distrik Amerika Serikat.

Peradilan untuk Dzhokhar

Keputusan Pemerintah Amerika Serikat untuk menyidangkan Dzhokhar di pengadilan sipil mengakhiri spekulasi bahwa dia akan dikenakan tuduhan sebagai musuh negara yang disidangkan di pengadilan militer dengan banyak hak yang dihilangkan. Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, keputusan untuk tidak memperlakukan Tsarnaev sebagai musuh negara adalah benar-benar cara yang tepat untuk pergi.

"Kami memiliki sejarah panjang mengadili teroris dan menghadapkan mereka pada keadilan. Presiden sepenuhnya percaya bahwa proses tersebut akan bekerja dalam kasus ini," kata Carney. Dia juga menegaskan bahwa Dzhokhar adalah warga negara Amerika meskipun dari jalur naturalisasi sehingga tak dapat diadili dalam sebuah pengadilan militer.

"Dan, penting untuk diingat bahwa sejak (serangan) 9/11 kita telah menggunakan sistem pengadilan federal untuk menghukum dan memenjarakan ratusan teroris," kata Carney. Meskipun terluka serius dan dalam kondisi di bawah pengaruh obat bius, Dzhokhar dapat menjawab dengan singkat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya

Beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Dzhokhar, menurut sumber terpercaya CNN, yaitu adakah bahan peledak atau senjata lain yang masih disembunyikan. Selain itu, Dzhokhar juga ditanya kemungkinan keterlibatan orang lain dalam aksi peledakan di Maraton Boston, pekan lalu. Interogasi terhadap Dzhokhar dengan metode tersebut akan terus dilakukan tim penyidik, berselang beberapa jam setiap kalinya, di hadapan dokter.

Dzhokhar berada dalam perawatan intensif dan harus menggunakan alat bantu napas sejak ditemukan bersembunyi di sebuah perahu pesiar di halaman belakang sebuah rumah di Watertown, Massachusetts, Jumat (19/4/2013) malam. Selain kehilangan banyak darah, dia dikabarkan juga mengalami luka tembak tepat di bagian pita suaranya.

Penyidik berkeyakinan, Dzhokar dan kakaknya, Tamerlan Tsarnaev, yang tewas dalam baku tembak pada Kamis (18/4/2013) adalah "dalang" peledakan di dekat garis finis Maraton Boston, pekan lalu. Ledakan itu tak hanya menghentikan ajang tahunan Maraton Boston, tetapi juga menyebabkan tiga orang tewas dan sekurangnya 170 orang terluka.

Sementara itu, Senin (22/4/2013) pukul 14.45 waktu setempat atau Selasa (22/4/2013) dini hari waktu Indonesia, tepat sepekan setelah insiden di Maraton Boston, warga kota tersebut menggelar peringatan massal di lokasi ledakan. Mereka mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati para korban.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Teror Bom di Boston

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.